KURIKULUM

Kurikulum

Kurikulum FT USU Program Pendidikan Sarjana mengacu kepada SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 232/U/2000 yang menetapkan Kurikulum Pendidikan Tinggi terdiri dari Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional. Kurikulum inti merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional. Kurikulum institusional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian kurikulum pendidikan tinggi yang terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti dan disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas Perguruan Tinggi yang bersangkutan. 

Mengingat tantangan dan dinamika perkembangan keilmuan, mulai tahun 2006 berkembang konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sebagai koridor kurikulum. Kurikulum berbasis kompetensi terdiri dari kompetensi utama dan kompetensi pendukung serta kompetensi lain yang bersifat khusus. Kurikulum inti merupakan penciri dari kompetensi utama dan dasar untuk mencapai kompetensi lulusan. Sementara kurikulum institusional merupakan penciri dari kompetensi pendukung yang sejalan dengan kompetensi utama suatu Departemen. Dengan Keputusan Mentrei No. 045/U/2002 diatur beban ekivalen antara kompetensi utama dengan pendukung serta kompetensi lain dalam kurikulum yang berkisar antara 40-80%, 20-40% dan 0-30%. Sejak tahun ajaran 2006/2007 Fakultas Teknik USU telah mengimplementasikan konsep tersebut di atas pada semua Departemen yang ada di lingkungan FT USU dan telah menjalankan konsep kurikulum baru yang berbasis kompetensi sebagai berikut:

  • MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian)
  • MKK (Mata Kuliah Keahlian dan Keterampilan)
  • MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya)
  • MPB (Mata Kuliah Prilaku Berkarya)
  • MBB (Mata Kuliah Berkehiduan Bermasyarakat).

Sebagian besar Mata Kuliah dikelola Departemen sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Namun ada mata kuliah yang dikelola secara terpadu baik ditingkat Universitas maupun di tingkat Fakultas.

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kesesuaian lulusan Fakultas Teknik USU dengan pasar kerja, maka dirumuskan dalam Rapat Kerja Fakultas (RKF) beberapa rencana, yaitu:

  • Penyesuaian kurikulum baru yang berubah dari paradigma content based menjadi competence based dan pengembangan sistem jaminan mutu (quality insurance).
  • Peningkatan suasana akademik (academic athmostphere), dengan meningkatkan proses belajar mengajar beserta sarana penunjangnya, disertai proses evaluasi yang semakin baik.
  • Program pembinaan kemahasiswaan diarahkan agar kegiatan kemahasiswaan bersifat mendukung kemampuan lulusan di pasar kerja.
  • Membangun sistem informasi alumni.

Kelulusan

Indeks Prestasi Kelulusan (IPK) rata-rata pada tiga (3) tahun terakhir menunjukkan peningkatan dimana pada tahun 2008, kecuali Departemen Arsitektur yang mempunyai IPK lulusan rata-rata 2,88, kelima departemen lain mempunyai IPK lulusan rata-rata di atas 3. Pada 3 (tiga) tahun terakhir ini IPK lulusan rata-rata untuk keenam departemen di atas 2,75 yang merupakan salah satu persyaratan diterimanya lulusan untuk bekerja.

Berdasarkan kurikulum yang berjalan di FT USU, jumlah SKS mata kuliah, tugas dan praktikum yang harus dicapai mahasiswa untuk dapat dinyatakan sebagai Sarjana Teknik adalah 144 SKS atau delapan (8) semester.

Rata-rata masa studi pada enam (6) departemen masih harus dipersingkat lagi sehingga masa studi total dapat dicapai maksimum empat koma lima (4,5) tahun. Demikian juga dengan IPK rata-rata lulusan yang masih bisa ditingkatkan lagi, terutama untuk Departemen Arsitektur. Untuk itu FT USU telah melakukan berbagai upaya pengembangan dan peningkatan mutu antara lain:

  • Peningkatan fasilitas peralatan di Laboratorium dan Proses Belajar Mengajar di Kelas.
  • Peningkatan Sistem Informasi.
  • Peningkatan kerjasama dengan instansi lain, misalnya Pertamina.
  • Pengajuan proposal Pengembangan Bidang Ilmu (PBI), IMHERE ke DIKTI.
  • Mengaktifkan Gugus Jaminan Mutu (GJM) di fakultas dan Gugus Kendali Mutu (GKM) di tingkat departemen.
  • Meningkatkan frekuensi studi ekskursi mahasiswa ke industri, maupun universitas lain dalam dan luar negeri seperti Malaysia dan Thailand.
  • Melakukan evaluasi secara reguler dengan pelaksanaan kelas simultan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir ini.