Menu Tutup

Seminar Implementasi Green Processing pada Industri Semen Meriahkan Lustrum VIII Teknik Kimia USU

Industri semen merupakan industri strategis yang menjadi prioritas untuk mendorong akselerasi pembangunan Nasional khususnya pada era revolusi industri 4.0. Industri ini mengedepankan sistem otomasi dalam proses produksi sehingga banyak dilahirkan inovasi dalam bidang teknologi yang membuat industri semen menjadi lebih efisien dalam hal waktu dan biaya sehingga meningkatkan pendapatan.  Selama ini industri semen identik dengan industri yang menyumbang emisi dan limbah berupa debu. Namun kesan tersebut telah bergeser saat ini karena industri terutama di bawah PT Semen Indonesia telah menerapkan menjadi industri pengolah limbah program Eco-Innovation melalui upaya-upaya optimasi dan penerapan green processing dalam seluruh daur hidup produk mulai dari tahap penambangan bahan baku, pemrosesan semen, dan pengantongan semen sehingga dapat meningkatkan daya saing dan melahirkan inovasi.

Untuk itu, Departemen Teknik Kimia USU menyelenggarakan Seminar berjudul “Implementasi Green Processing pada Industri Semen di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara pada Lustrum VIII Teknik Kimia USU yang bertepatan dengan Lustrum XII Fakultas Teknik USU. Bertempat di Aula Fakultas Teknik USU, pada hari Rabu 4 September 2019, seminar ini dihadiri oleh para undangan yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris Program Studi S1, S2, dan S3 di lingkungan Fakultas Teknik USU, Ir. Sanjaya Aryatnie, MT Direktur PT. Pangeran Beton Nusantara, staf Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Kepala dan staf Laboratorium Bahan dan Rekayasa Beton Teknik Sipil USU, para dosen Teknik Kimia USU, dosen Teknik Sipil dari Universitas Negeri Medan dan Politeknik Negeri Medan, serta 200 orang mahasiswa dari Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan Teknik Elektro USU.

Ketua Panitia Erni Misran, ST, MT, PhD melaporkan bahwa seminar ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemahaman tentang Green Processing pada industri semen di era revolusi industri 4.0 serta upaya implementasi di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mendapat pengetahuan tentang pentingnya penerapan konsep industri hijau untuk kesinambungan industri masa yang akan datang dan sebagai prasyarat dalam mendukung terwujudnya industri hijau (Green Industry).

Dalam sambutannya, Ketua Departemen Teknik Kimia USU menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Selain mengangkat isu terkini, kegiatan seminar ini merupakan wujud sinergi antara insan akademik dengan praktisi industri. Juga merupakan wujud kerja sama dengan Ikatan Alumni Teknik Kimia USU yang terus mendukung upaya peningkatan suasana akademik yang kondusif di almamaternya. Kegiatan yang dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik USU Ir. Seri Maulina, MSi, PhD ini menampilkan tiga pembicara yang merupakan pakar di bidangnya. Tampil sebagai pembicara pertama adalah Durain Parmanoan, ST, MT yang merupakan General Manager PT Solusi Bangun Andalas di Aceh Besar. Dalam paparannya, alumni Teknik Kimia USU Angkatan 1987 ini menyampaikan tentang gambaran umum perusahaan PT Semen Indonesia yang produknya telah menyebar ke seluruh Indonesia. Produksi PT Semen Indonesia mencapai 53 juta ton pertahun dengan berbagai merk yaitu Semen Andalas, Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa. Dalam hal green processing, PT Semen Indonesia merupakan perusahaan pertama yang melakukan waste heat recovery power generation, merupakan langkah untuk efisiensi energi.

Pembicara kedua adalah Picky Yanuar Isharwansa, ST yang merupakan AFR Platform & Operation Superintendent di PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Beliau memaparkan tentang Unit Bisnis Pengolahan Limbah yang dimiliki PT SBI yang telah beroperasi sejak 2007. Sedangkan pembicara ketiga adalah Suhartoyo, ST yang juga merupakan alumni Teknik Kimia USU Angkatan 1988. Beliau merupakan lead team di Laboratory Equipment Maintenance di PT SBI sejak 2001. Dalam paparannya, beliau menyampaikan lebih jauh tentang AFR (alternative fuel and raw material) dan kaitannya terhadap kualitas clinker dan produk semen. Sesi ini dipandu oleh Bode Haryanto, ST, MT, PhD sebagai moderator.

Salah satu implementasi program industri hijau adalah konsep co-processing dimana limbah yang dihasilkan oleh industri semen sedapat mungkin dimanfaatkan kembali untuk penyediaan energi untuk pengurangan bahan bakar atau mensubtitusi bahan bakar konvensional seperti batubara dan solar. Co-processing menawarkan pilihan perbaikan lingkungan dalam manajemen limbah berbahaya, terutama di negara-negara berkembang. Hal ini karena pada negara berkembang biasanya hanya memiliki sedikit infrakstruktur untuk pengelolaan limbah berbahaya. Co-processing yang diterapkan di PT SBI di Narogong – Jawa Barat dilengkapi dengan fasilitas canggih Green Zone seluas 5,2 ha. Unit tersebut telah mengolah limbah dari berbagai industri lain yang berasal dari daerah seluruh Indonesia. Kapasitas pengolahan limbah adalah 160.000 ton per tahun yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Berbagai jenis limbah baik padat, cair, sludge, dan gas dari golongan B3 dan non-B3 mampu diolah di sini.

Co-processing memiliki keunggulan dalam efektivitas biaya dan proses yang lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan pembuangan limbah secara langsung dan pembakaran biasa. Co-processing bisa membuat limbah berbahaya menjadi elemen penting dalam menajemen limbah dan energi yang lebih berkelanjutan. Panduan pelaksanaan co-processing telah ditetapkan dalam Konvensi Basel dan telah diterapkan di berbagai negara maju sebagai solusi hemat biaya dan ramah lingkungan dalam penanganan limbah yang dapat membahayakan lingkungan. Aplikasi co-processing pada industri semen dapat mewujudkan konsep energi yang berkelanjutan dan merupakan solusi bagi manajemen limbah padat di masyarakat. Co-processing dapat mengurangi dampak lingkungan dan menghemat biaya pada industri semen.

Manfaat co-processing di industri semen dapat mendukung usaha-usaha dalam rangka pembangunan berkelanjutan, yaitu dalam hal pengurangan banyaknya sumber daya tak terbarukan yang digunakan pada proses produksi sehingga laju eksploitasi sumber daya akan dapat berkurang. Panitia mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada PT Solusi Bangun Indonesia dan PT. Pangeran Beton Nusantara yang telah mensponsori penyelenggaraan seminar ini. Semoga memberikan wawasan pengetahuan dan kepedulian untuk mewujudkan langkah pelestarian lingkungan hidup. Juga lebih mencintai produk dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *