Pada 20 Juli 2026, Gisela Athaya Aglin dan Viory Hizkia Hutauruk, Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik USU, tercatat meraih Juara I dalam Sayembara Internasional ArchContest.
Anggota Tim dalam kegiatan tersebut terdiri atas Viory Hizkia Hutauruk bersama Gisela Athaya Aglin, mahasiswa Program Studi Arsitektur FT USU, serta Yahya Ayyash dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Mereka merancang sebuah karya berjudul "Mending Through Absence". Melalui karya tersebut, tim menghadirkan konsep ruang yang mengeksplorasi makna kehilangan, ingatan, dan proses pemulihan emosional melalui pendekatan arsitektur yang reflektif.
Karya mereka menempati posisi pertama, sedangkan posisi kedua dan ketiga ditempati peserta dari Cina dan Amerika Serikat. Capaian ini merupakan hasil terverifikasi yang menempatkan Mahasiswa FT USU pada peringkat tertinggi kompetisi.
Capaian tersebut menunjukkan kapasitas Mahasiswa FT USU dalam mengembangkan dan mengomunikasikan gagasan desain pada forum kompetitif. Prestasi ini juga berpotensi memperkuat reputasi akademik FT USU serta memberi referensi bagi mahasiswa untuk terus mengasah kreativitas dan mutu perancangan.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, capaian ini paling erat mendukung SDG 4—Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kompetensi lulusan. Unsur kreativitas dan pengembangan gagasan desain juga berkaitan dengan SDG 9—Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
FT USU berkomitmen memperkuat pendidikan arsitektur yang mendorong mutu akademik, kreativitas, dan kesiapan lulusan untuk berkontribusi dalam forum profesional pada tingkat nasional maupun internasional.