Medan, September 2026 | Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara (FT-USU) mulai mempersiapkan mahasiswa baru untuk berpartisipasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2027 sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen program studi dalam membangun budaya kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan daya saing mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.

Kegiatan persiapan PKM tersebut difasilitasi oleh Program Studi Teknik Pertambangan FT-USU dengan melibatkan mahasiswa baru dalam proses penggalian dan pengembangan berbagai gagasan kreatif. Mahasiswa didorong untuk berani menyampaikan ide, mengidentifikasi berbagai persoalan di lingkungan sekitar, serta merumuskan solusi inovatif yang memiliki nilai akademik maupun manfaat bagi masyarakat dan dunia industri.

Pimpinan Program Studi Teknik Pertambangan FT-USU menyampaikan bahwa persiapan PKM tidak seharusnya dilakukan menjelang batas akhir pengusulan proposal. Pembinaan perlu dimulai sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi agar mereka memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan gagasan, membangun tim, melakukan kajian, hingga menghasilkan proposal yang berkualitas.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaring sebanyak mungkin ide kreatif dari mahasiswa baru. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan inovasi yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan, khususnya yang berkaitan dengan bidang pertambangan, lingkungan, teknologi, energi, dan masyarakat," ujar pihak Program Studi Teknik Pertambangan FT-USU.

Menumbuhkan Budaya Kreatif dan Inovatif

Program persiapan PKM 2027 ini tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi dalam kompetisi mahasiswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk mindset kreatif, inovatif, kritis, kolaboratif, dan problem solving pada mahasiswa.

Mahasiswa baru diberikan ruang untuk mengeksplorasi berbagai persoalan yang mereka temui, baik dalam kehidupan masyarakat, lingkungan, maupun sektor industri pertambangan. Dari persoalan tersebut, mahasiswa kemudian diarahkan untuk mengembangkan ide menjadi gagasan yang memiliki kebaruan, manfaat, serta peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena dunia pertambangan terus mengalami perubahan. Perkembangan teknologi, tuntutan terhadap praktik pertambangan berkelanjutan, transisi energi, digitalisasi, pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, hingga peningkatan efisiensi industri membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga mampu berpikir kreatif dan menghasilkan inovasi.

Melalui PKM, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut sejak berada di bangku kuliah.

Dosen Teknik Pertambangan Terlibat dalam Pembimbingan

Dalam pelaksanaannya, kelompok-kelompok mahasiswa yang terbentuk akan mendapatkan pendampingan dari dosen-dosen Program Studi Teknik Pertambangan FT-USU. Pembimbingan dilakukan untuk membantu mahasiswa mengembangkan ide, menentukan fokus permasalahan, menyusun metodologi, memperkuat aspek akademik, serta mengarahkan gagasan agar memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi proposal PKM yang kompetitif.

Sejumlah dosen Teknik Pertambangan FT-USU yang akan terlibat dalam proses pembimbingan antara lain Dr. Adri Huda, S.Si., Ir. Gustam Lubis, S.T., M.T., Heri Adhahari, S.T., M.T., Dr. Ir. Munir Tanjung, Ir. Meutia H., S.T., M.Sc., Ir. Faisal, S.T., M.T., serta Edi Yasa Ardiansyah, S.T., M.T.

Program pembinaan juga membuka peluang keterlibatan dosen dari program studi lain di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Kolaborasi lintas bidang tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam mengembangkan gagasan PKM.

Keterlibatan dosen lintas disiplin menjadi salah satu aspek penting karena berbagai persoalan pertambangan dan lingkungan memiliki karakter multidimensional. Penyelesaiannya membutuhkan integrasi pengetahuan teknik, lingkungan, ekonomi, sosial, teknologi informasi, manajemen, hingga aspek kewirausahaan.

Membangun Lulusan yang Unggul dan Berdaya Saing

Program Studi Teknik Pertambangan FT-USU menargetkan kegiatan pembinaan ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas lulusan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan teknis, tetapi juga mampu menunjukkan kreativitas, inovasi, kemampuan bekerja dalam tim, komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan menghasilkan solusi.

Kompetensi tersebut menjadi modal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja. Industri pertambangan membutuhkan tenaga profesional yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika industri, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perusahaan.

Karena itu, kegiatan persiapan PKM 2027 dipandang sebagai salah satu sarana strategis untuk membangun lulusan unggul, kreatif, inovatif, dan inspiratif.

"Harapan kami, mahasiswa Teknik Pertambangan FT-USU nantinya tidak hanya dikenal sebagai lulusan yang memiliki kemampuan teknis di bidang pertambangan, tetapi juga sebagai generasi muda yang mampu menciptakan inovasi dan memberikan solusi. Karakter seperti inilah yang akan menjadi nilai tambah ketika mereka memasuki dunia industri maupun ketika membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan," ungkap pihak program studi.

Penyampaian Materi Oleh salah satu dosen Teknik Pertambangan

Dari Ide Mahasiswa Menuju Inovasi

Melalui pembinaan yang dimulai sejak mahasiswa baru, Program Studi Teknik Pertambangan FT-USU berharap akan lahir berbagai ide yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Ide tersebut tidak berhenti pada proposal PKM, tetapi diharapkan dapat berkembang menjadi prototipe, karya inovatif, publikasi ilmiah, teknologi tepat guna, hingga peluang kewirausahaan mahasiswa.

Program studi juga mendorong mahasiswa untuk melihat persoalan pertambangan secara lebih luas. Tantangan seperti keselamatan dan kesehatan kerja, reklamasi dan pascatambang, pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya mineral, efisiensi energi, digitalisasi pertambangan, pengelolaan limbah, serta pemberdayaan masyarakat dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan berbagai inovasi.

Dengan dimulainya pembinaan sejak dini, mahasiswa memiliki kesempatan lebih panjang untuk melakukan proses identifikasi masalah, pengembangan ide, pembentukan tim, penelitian awal, penyusunan proposal, pengembangan prototipe, hingga penyempurnaan gagasan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem kreativitas mahasiswa di lingkungan Program Studi Teknik Pertambangan FT-USU sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi PKM 2027.

Pada akhirnya, kegiatan ini bukan sekadar persiapan mengikuti kompetisi mahasiswa. Program ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk berpikir, mencipta, berinovasi, dan memberikan solusi.

Program Studi Teknik Pertambangan FT-USU berharap semangat tersebut dapat tumbuh sejak mahasiswa menginjakkan kaki di perguruan tinggi, sehingga kelak mereka mampu menjadi sarjana pertambangan yang kompeten, kreatif, inovatif, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.