Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU), Dr. Anthoni Veery Mardianta, S.T., M.T., IAP., CIIQA, menjadi narasumber dalam forum pembahasan awal Kajian Pengembangan Kecamatan Percut Sei Tuan Berbasis Mitigasi Bencana Pesisir: Menuju The Coastal Edu-Ecotourism Center yang Tangguh. Kegiatan yang diselenggarakan Bappedalitbang Kabupaten Deli Serdang tersebut berlangsung di Lubuk Pakam pada 28 Juli 2026.
Dr. Anthoni menyampaikan pentingnya pengembangan kawasan pesisir yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan manajemen risiko secara proaktif. Pendekatan tersebut diarahkan untuk melindungi permukiman pesisir, memperhatikan kelompok rentan, dan mengintegrasikan prinsip Leave No One Behind dalam perencanaan ruang.

Kajian juga membahas pendekatan Ecosystem-Based Disaster Risk Reduction dengan menempatkan mangrove sebagai sabuk hijau alami, pengembangan ruang edukasi pesisir, sistem peringatan dini berbasis komunitas, serta pemanfaatan struktur panggung untuk menjaga fungsi hidrologis kawasan. Penggunaan penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan instrumen Nilai Ekonomi Total turut diusulkan untuk mendukung pemetaan risiko serta penyusunan prioritas intervensi. Oleh karena itu, gagasan yang disampaikan diposisikan sebagai masukan akademik untuk memperkuat arah kajian dan perencanaan pengembangan pesisir Percut Sei Tuan.
Kegiatan ini terutama mendukung SDG 11 - Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan perencanaan kawasan pesisir yang tangguh dan inklusif. Kegiatan ini juga relevan dengan SDG 13 - Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 14 - Ekosistem Lautan melalui pendekatan adaptasi berbasis ekosistem serta perlindungan habitat pesisir. FT USU berkomitmen mengembangkan kontribusi akademik yang berbasis riset dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan wilayah berkelanjutan.
