10th National Conference on Industrial Engineering (NCIE) 2026
Berita16th Product Design Competition (PDC) 2026
BeritaSeminar Geoteknik "Implementasi Prinsip Geoteknik Dalam Desain dan Kontrol Konstruksi Fondasi"
28 April 2025
Ir. Kelvin Hadinatan, S.T., M.Sc
Program Studi Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema "Kurikulum Adaptif dan Responsif: Menjawab Tantangan Global Teknik Kimia" pada 26 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menyempurnakan kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta dinamika global.
FGD ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, baik dari dunia akademik maupun praktisi industri, yang memberikan wawasan tentang tantangan dan peluang di bidang teknik kimia ke depan. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, sehingga peserta dapat mengikuti secara langsung di kampus USU maupun secara daring melalui platform digital.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik USU, Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPM, menyampaikan pentingnya adaptasi kurikulum dan penguasaan basic science agar program studi dan perguruan tinggi dapat menjadi agen perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Narasumber pertama, Prof. Dr. Dwi Suryanto, M.Sc., selaku Ketua LINK-UP USU, menekankan pentingnya continuous improvement dalam pengelolaan program studi, di antaranya melalui pemberian sertifikasi bagi lulusan sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, beliau juga menggarisbawahi perlunya pembahasan struktur dan proporsi kurikulum berbasis IABEE yang tepat, sejalan dengan perkembangan zaman.

Narasumber kedua, Hary Devianto, S.T., M.Eng., Ph.D., selaku Ketua APTEKIM, membahas komposisi kurikulum inti APTEKIM yang meliputi ilmu dasar (basic science), ilmu teknik (engineering science), serta perancangan (engineering design).

Sementara itu, narasumber ketiga, Ir. Durain P. Siregar, S.T., M.T., IPM., mewakili praktisi industri, menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan dunia industri, khususnya dalam pelaksanaan proyek mahasiswa dan program magang. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan.

Melalui FGD ini, Program Studi Teknik Kimia USU berharap dapat menghimpun masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan kurikulum yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada masa depan.

