Medan 24/07/26, Program Studi Arsitektur serta Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota jenjang S1 dan S2 Fakultas Teknik USU memperkuat kolaborasi akademik internasional dengan Universiti Malaya melalui pembahasan program “PRO-Senggara Institusi Pendidikan: Pemerkasaan Budaya Penyenggaraan Bangunan bagi Mengukuh Keselamatan dan Kelestarian Sekolah.” Program ini diajukan melalui Program Komuniti Tier 2 Universiti Malaya dalam skema Program Citra Akademik untuk Komuniti dan Alam (CAKnA).

Pertemuan di Universitas Sumatera Utara dihadiri oleh perwakilan kedua perguruan tinggi. Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan, pembagian peran tim akademik, pemindahan pengetahuan kepada masyarakat, serta pengembangan kerja sama berkelanjutan. Pertemuan tersebut disambut oleh Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T. (Wakil Rektor III USU Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama), dan 5 staf pengajar FT USU yang terlibat sebagai peneliti bersama dan mitra akademik ialah Dr. Ar. Wahyuni Zahrah S.T., MS., IAI; Ir. Ar. Achmad Delianur Nasution ST., MT., IAI., AA., IAP., GP; Prof. Ar. Ir. Nurlisa Ginting M.Sc., Ph.D., IAI; Prof. Dr. Ir. Dwira Nirfalini Aulia M.Sc; dan Prof. Ar. Beny Octofryana Yousca Marpaung S.T., M.T., Ph.D., IAI., IPM; dan Ar. Selly Veronica S.T., M.T., IAI.

Program PRO-Senggara dirancang sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pemindahan pengetahuan mengenai pemeriksaan, perawatan, serta pelaporan dini kerusakan bangunan sekolah. Program ini direncanakan berlangsung bersama komunitas Sekolah Kebangsaan Pengkalan Baharu, Batu Gajah, Perak, Malaysia, dengan melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, serta Persatuan Ibu Bapa dan Guru sebagai penerima manfaat.

Rencana kegiatan mencakup kampanye “Senggara Itu Ilmu” untuk mengenalkan tanda awal kerusakan, pembentukan Skuad Senggara beranggotakan siswa, serta pelatihan Train-the-Trainer mengenai pemeriksaan visual dan audit dasar kondisi bangunan. Tim juga merencanakan penyusunan manual standar operasional prosedur pemeliharaan dan daftar pemeriksaan digital untuk mendukung pemantauan serta pelaporan yang lebih teratur.

Jika terlaksana sesuai rencana, rangkaian tersebut diharapkan membantu warga sekolah mengenali risiko lebih awal, menjalankan pemeliharaan preventif, dan menjaga keselamatan pengguna bangunan. Pemantauan rutin juga berpotensi mencegah kerusakan kecil berkembang, memperpanjang masa pakai bangunan, serta mengurangi pemborosan bahan dan biaya perbaikan.

Melalui pemindahan pengetahuan dan penguatan kapasitas warga sekolah, program ini mendukung SDG 4—Pendidikan Berkualitas, khususnya upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak. Pemeliharaan fasilitas pendidikan yang berkelanjutan turut berkaitan dengan SDG 11—Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, sedangkan kolaborasi FT USU, Universiti Malaya, dan komunitas sekolah memperkuat SDG 17—Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kegiatan ini menegaskan komitmen FT USU dalam mengembangkan pengabdian kepada masyarakat berbasis keahlian, kolaborasi internasional, dan pembangunan berkelanjutan.