Fakultas Teknik USU mengikuti Pekan Riset Sawit Indonesia 2026 (Perisai 2026) yang diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Renita Manurung, MT., selaku Dekan FT USU. Perisai 2026 juga menghadirkan Bapak Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi), Bapak Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan), serta Bapak Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian). Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan industri, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan dan pembahasan pengembangan sektor kelapa sawit.

Keikutsertaan FT USU membuka ruang untuk memahami peluang pemanfaatan nilai tambah sawit dan penguatan industri yang lebih ramah lingkungan. Manfaat kegiatan diharapkan dapat menjangkau lembaga penelitian dan pengembangan, peneliti kelapa sawit, pelaku industri, petani sawit, UMKM, serta masyarakat, namun hasil tersebut masih memerlukan tindak lanjut dan pengukuran lebih lanjut.

Sebagai tindak lanjut, FT USU merencanakan pemetaan keahlian dosen terkait sawit untuk memperkuat penyusunan rancangan program Knowledge Based Economy (KBE) fakultas. FT USU juga mengarahkan pengembangan kerja sama penelitian dengan instansi dan industri sebagai mitra implementasi KBE serta mendorong peningkatan jumlah proposal pada kompetisi grant Riset Sawit 2027.
Kegiatan ini terutama mendukung SDG 9—Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan arah riset, inovasi, dan keterhubungan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri sawit. Upaya mendorong pemanfaatan nilai tambah dan industri sawit yang lebih ramah lingkungan berkaitan dengan SDG 12—Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sedangkan kolaborasi pemerintah, industri, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi mendukung SDG 17—Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui keikutsertaan dalam Perisai 2026 dan penyusunan agenda tindak lanjut, FT USU menegaskan komitmennya untuk memperkuat penelitian, inovasi, dan kolaborasi yang relevan dengan pengembangan industri sawit berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan memperluas kontribusi keilmuan fakultas dalam menjawab kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan.