USU Lakukan Pendataan Calon Mahasiswa Baru yang Mengalami Perubahan Status DTSEN
Berita10th National Conference on Industrial Engineering (NCIE) 2026
Berita16th Product Design Competition (PDC) 2026
02 September 2024
Rizky Amalia SE
Pada tanggal 2 September 2024, acara pembukaan 2nd International Summer Course Architecture (ISCA) USU 2024 resmi dimulai. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk pemateri ahli seperti Isnen Fitri, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Lim Seng Boon, Punto Wijayanto, S.T., M.Eng., dan Dr. Ulrike Herbig. Hadir pula Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) USU, Dr. Rudy Sofyan, S.S., M.Hum., Dekan Fakultas Teknik USU, Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPM., Wakil Dekan III Fakultas Teknik USU, Ir. Nismah Panjaitan, S.T., M.T., Ph.D., IPU., Ketua Departemen Arsitektur USU, dan Sekretaris Departemen Arsitektur USU.

Acara pembukaan diawali dengan sambutan singkat tentang Urban Regeneration yang disampaikan oleh Dr. Lim Seng Boon. Ia membahas upaya revitalisasi kawasan perkotaan secara berkelanjutan, yang menggabungkan pelestarian warisan budaya dengan pengembangan modern. Setelah itu, Dekan Fakultas Teknik USU dan Ketua KUI USU memberikan pidato yang menekankan pentingnya program ini dalam meningkatkan kolaborasi internasional dan pengembangan kapasitas mahasiswa Arsitektur USU.
Dalam sambutan pembukaan, disampaikan bahwa program ini bertujuan menggabungkan pembelajaran akademik dengan eksplorasi budaya serta pengembangan pribadi melalui kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara. Peserta akan dibimbing oleh dosen-dosen berpengalaman dari universitas dan lembaga internasional ternama, yang memberikan perspektif luas dalam bidang arsitektur dan pembangunan berkelanjutan. Salah satu topik awal yang diangkat adalah "Warisan Arsitektur Kota Medan," di mana peserta diajak mengenali elemen-elemen arsitektur yang mencerminkan perpaduan pengaruh kolonial dan lokal.

Bagian penting lain dari ISCA 2024 adalah penggunaan data dalam penelitian sejarah melalui inisiatif Digging Data. Dalam sesi ini, peserta belajar menerapkan teknik penambangan data untuk mengungkap narasi tersembunyi dari warisan arsitektur Medan. Pendekatan Historic Urban Landscape (HUL) yang direkomendasikan UNESCO menjadi landasan eksplorasi ini, dengan metode Quick Scan (QS) dan teknik Cultural Mapping digunakan untuk memetakan nilai budaya yang terdapat dalam lanskap kota.
Peserta juga diajarkan memanfaatkan alat digital modern seperti Geographic Information System (GIS) dan Building Information Modelling (BIM), yang memungkinkan mereka memvisualisasikan dan mendokumentasikan situs-situs budaya secara akurat. Sesi terakhir berfokus pada konsep Urban Regeneration dan Cultural Heritage Management, dengan diskusi tentang bagaimana kota seperti Medan dapat menyeimbangkan pertumbuhan perkotaan dengan pelestarian warisan budaya. Peserta meninggalkan acara dengan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya integrasi data, teknologi digital, dan pendekatan berkelanjutan dalam merencanakan masa depan kota-kota bersejarah.
