Rombongan mahasiswa didampingi oleh dosen Teknik Kimia, Kelvin Hadinatan, S.T., M.Sc., yang turut memfasilitasi integrasi antara teori yang telah dipelajari di kelas dengan proses dan teknologi aktual yang diterapkan di lapangan. Dalam penjelasannya, beliau menekankan pentingnya kunjungan industri sebagai pengalaman belajar yang bersifat aplikatif, mengingat industri kelapa sawit memiliki rantai proses kompleks dan teknologi yang terus berkembang.

Setibanya di lokasi, mahasiswa disambut oleh tim operasional PKS Rambutan PTPN IV dan mendapatkan paparan umum mengenai profil perusahaan, kapasitas produksi, serta standar operasional yang digunakan dalam pengolahan tandan buah segar (TBS). Para peserta kemudian diajak menelusuri alur proses produksi, mulai dari stasiun penerimaan TBS, perebusan (sterilizer), perontokan (thresher), pengepresan (pressing), klarifikasi minyak, hingga pemurnian produk akhir berupa Crude Palm Oil (CPO) dan palm kernel.

Selain proses utama produksi, mahasiswa juga berkesempatan mempelajari sistem pengelolaan limbah cair (POME), pemanfaatan limbah padat seperti cangkang dan serat sebagai bahan bakar boiler, serta implementasi prinsip Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3LH) di area pabrik. Penjelasan ini memberikan perspektif komprehensif mengenai bagaimana industri kelapa sawit menjaga efisiensi proses sambil tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai efisiensi energi, optimasi proses, serta tantangan operasional yang dihadapi pabrik dalam menjaga kualitas produk. Pihak PTPN IV menyambut baik antusiasme ini dan berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara industri dan dunia akademik.