MEDAN — Sivitas akademika Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan taji di panggung ilmiah internasional. Daffa Afsajulianda, mahasiswa angkatan 2026, dari Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik USU, tampil sebagai pembicara dalam forum bergengsi The 6th International Conference on Humanities, Education, Law, and Social Science (ICHELSS) yang diselenggarakan terintegrasi dengan 8th International Conference on Social Sciences and Interdisciplinary Studies (ICSSIS) 2026 pada Rabu (9/9/2026) di Hotel Aryaduta Medan.
Konferensi internasional yang dituanrumahi oleh Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (UNIMED) ini menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin ilmu bagi akademisi, peneliti, dan praktisi global. Agenda tahunan tersebut diikuti oleh jaringan konsorsium perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, antara lain UNIMED, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Negeri Makassar.

Dalam forum berskala global tersebut, Daffa memaparkan dua gagasan strategis berbasis riset yang berfokus pada mitigasi bencana serta tata kelola lingkungan berkelanjutan di wilayah Sumatera Utara.
Pada makalah pertama bertajuk "Assessing School Preparedness for Flash Flood Disaster in South Tapanuli Regency", ia membedah tingkat kesiapsiagaan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan terhadap ancaman banjir bandang. Penulisan ilmiah ini merumuskan pemetaan mitigasi berbasis risiko wilayah guna meminimalkan dampak bencana pada sektor pendidikan.
Sementara itu, riset keduanya yang berjudul "GIS-Based Assessment of Sustainable Development Strategies in Toba Regency, Toba Caldera Geopark" memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS). Kajian ini berfokus pada perumusan strategi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Toba untuk mendukung tata kelola kawasan Geopark Kaldera Toba secara terukur dan berwawasan lingkungan.
Kehadiran wakil dari Teknik Pertambangan USU ini mempertegas peran nyata mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis data bagi isu-isu krusial di daerah. Hasil analisis komprehensif yang dipresentasikan diharapkan mampu menjadi referensi konstruktif bagi pemangku kebijakan lokal, baik dalam merumuskan protokol penanggulangan bencana di lingkungan sekolah maupun menyusun tata ruang kawasan wisata geopark secara berkelanjutan.