home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pemberdayaan Kelompok Masyarakat melalui Budidaya Jamur Merang dalam Kumbung dengan Memanfaatkan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Media Tanam di Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang

Pemberdayaan Kelompok Masyarakat melalui Budidaya Jamur Merang dalam Kumbung dengan Memanfaatkan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Media Tanam di Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang

Dipublikasi Pada

20 November 2024

Dipublikasi Oleh

Rizky Amalia SE

Pemberdayaan Kelompok Masyarakat melalui Budidaya Jamur Merang dalam Kumbung dengan Memanfaatkan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Media Tanam di Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang
Thumbnail Pemberdayaan Kelompok Masyarakat melalui Budidaya Jamur Merang dalam Kumbung dengan Memanfaatkan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Media Tanam di Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang
Tim dosen Fakultas Teknik USU melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kelambir melalui pelatihan budidaya jamur merang dengan memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai media tanam. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan limbah biomassa non-B3 menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) yang terdiri atas Ir. Rivaldi Sidabutar, S.T., M.T., Farida Hanum, S.T., M.T., dan Dr. Ir. Bambang Trisakti, M.Si. dengan mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Masyarakat melalui Budidaya Jamur Merang dalam Kumbung dengan Memanfaatkan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Media Tanam di Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.”

 

Salah satu komoditas utama di Kabupaten Deli Serdang adalah tanaman kelapa sawit. Industri kelapa sawit menghasilkan limbah non-B3 biomassa yang biasanya dijadikan mulsa untuk pertanian. Akan tetapi, limbah non-B3 biomassa berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang sangat melimpah ini belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu pemanfaatan TKKS yang dapat direkomendasikan kepada masyarakat adalah menjadikannya sebagai media tumbuh jamur, khususnya jamur merang (Volvariella volvaceae).

Selain itu, dengan termanfaatkannya TKKS sebagai media tanam, masyarakat juga memperoleh pengetahuan tentang jenis limbah non-B3 biomassa lain yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam, sejalan dengan tujuan penguraian limbah non-B3 biomassa.

 

Fasilitas penguraian limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dilakukan menggunakan kumbung jamur sebagai peralatan utama. Kumbung adalah rumah tempat jamur tumbuh dan berkembang sebelum dipanen. Kumbung diberi sirkulasi udara melalui lubang ventilasi di bagian atas, depan, dan belakang untuk menjaga suhu di dalam ruang tumbuh jamur agar tetap stabil. Kumbung jamur ini diharapkan menjadi sarana dan prasarana penguraian limbah non-B3 biomassa TKKS yang efektif.

Adapun kendala yang dihadapi masyarakat Desa Kelambir adalah keterbatasan informasi dan pengetahuan mengenai pemanfaatan jamur serta teknik budidayanya. Oleh karena itu, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan pelatihan budidaya jamur merang bagi masyarakat dan kelompok tani Desa Kelambir yang memiliki kemauan, ketertarikan, serta keingintahuan terhadap teknologi pemanfaatan limbah, khususnya yang dapat menghasilkan produk bernilai tambah seperti bisnis jamur merang.

Berita