home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pengabdian kepada Masyarakat “Membangkitkan Kembali Jalinan Sejarah Dua Negeri: Program Pengabdian kepada Masyarakat untuk Melestarikan Warisan Budaya Indonesia di Malaysia”

Pengabdian kepada Masyarakat “Membangkitkan Kembali Jalinan Sejarah Dua Negeri: Program Pengabdian kepada Masyarakat untuk Melestarikan Warisan Budaya Indonesia di Malaysia”

Dipublikasi Pada

02 Juli 2025

Dipublikasi Oleh

Rizky Amalia SE

Pengabdian kepada Masyarakat “Membangkitkan Kembali Jalinan Sejarah Dua Negeri: Program Pengabdian kepada Masyarakat untuk Melestarikan Warisan Budaya Indonesia di Malaysia”
Thumbnail Pengabdian kepada Masyarakat “Membangkitkan Kembali Jalinan Sejarah Dua Negeri: Program Pengabdian kepada Masyarakat untuk Melestarikan Warisan Budaya Indonesia di Malaysia”
Dosen Fakultas Teknik USU melaksanakan PkM Kolaborasi Internasional di Malaysia untuk melestarikan Rumah Besar Raja Bilah dan mempererat hubungan budaya Indonesia–Malaysia.

Dosen Fakultas Teknik USU melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Internasional bertema “Membangkitkan Kembali Jalinan Sejarah Dua Negeri: Melestarikan Warisan Budaya Indonesia di Malaysia.”

 

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Salmina Wati Ginting, S.T., M.T. bersama tim dosen Fakultas Teknik USU dan melibatkan Universiti Teknologi MARA (UiTM) serta Perak Heritage Society sebagai mitra. Program ini berfokus pada pelestarian Rumah Besar Raja Bilah di Papan, Perak, Malaysia—situs bersejarah yang menjadi simbol hubungan masyarakat Mandailing di Sumatera Utara dengan Tanah Melayu sejak abad ke-19.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat hubungan kultural antara Indonesia dan Malaysia melalui pelestarian warisan budaya Indonesia yang berkembang di negeri jiran, terutama di kalangan generasi muda keturunan Indonesia.

Selain memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Indonesia di perantauan. Para peserta mendapat pelatihan mengenai dokumentasi budaya, seperti cara merekam dan mengarsipkan tradisi lokal, agar warisan budaya tersebut tidak hilang ditelan modernisasi.

Program ini tidak hanya mempererat hubungan Indonesia–Malaysia, tetapi juga mempertegas peran universitas sebagai motor pelestarian budaya dan penguat identitas bangsa. Dengan semangat serumpun dan persaudaraan, FT USU berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata menuju diplomasi budaya yang berkelanjutan antara dua negeri yang terikat sejarah dan nilai-nilai bersama.

Berita