home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pengolahan Sampah Plastik, Kertas dan Kayu menjadi Briket dengan Teknologi Pirolisis Untuk Menambah Penghasilan Masyarakat Sekitar

Pengolahan Sampah Plastik, Kertas dan Kayu menjadi Briket dengan Teknologi Pirolisis Untuk Menambah Penghasilan Masyarakat Sekitar

Dipublikasi Pada

24 Desember 2024

Dipublikasi Oleh

Rizky Amalia SE

Pengolahan Sampah Plastik, Kertas dan Kayu menjadi Briket dengan Teknologi Pirolisis Untuk Menambah Penghasilan Masyarakat Sekitar
Thumbnail Pengolahan Sampah Plastik, Kertas dan Kayu menjadi Briket dengan Teknologi Pirolisis Untuk Menambah Penghasilan Masyarakat Sekitar
Tim Pengabdian Fakultas Teknik USU melaksanakan kegiatan di desa Kelambir, Deli Serdang, dengan fokus pada pengolahan sampah plastik, kertas dan kayu menjadi briket dengan teknologi pirolisis untuk menambah penghasilan Masyarakat sekitar.

Anggota Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Juliza Hidayati, M.T., Ir. Muhammad Thoriq Al-Fath, ST., MT., Ir. Dini Wahyuni, MT., melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

 

Desa Kelambir memiliki potensi pertanian dan pariwisata yang cukup tinggi, tetapi belum memiliki sistem penanganan sampah yang baik di sektor tersebut. Permasalahan utama yang dihadapi adalah penumpukan sampah, khususnya sampah plastik, kertas, ranting kayu, sabut kelapa, dan batok kelapa.

 

 

Kegiatan Program Desa Binaan Tahun 2024 ini diharapkan mampu menghasilkan produk komersial berupa (1) briket dari sampah padat seperti plastik, kertas, ranting kayu, sabut kelapa, dan batok kelapa. Produk tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Desa Kelambir. Program ini juga didukung dengan pengadaan alat reaktor pirolisis dan mesin cetak briket (hydraulic press).

 

 

Pengolahan sampah seperti plastik, kertas, ranting kayu, sabut kelapa, dan batok kelapa dapat menghasilkan produk bernilai tambah melalui penerapan teknologi pirolisis. Sampah tersebut diproses menggunakan drum pirolisis untuk menghasilkan arang yang selanjutnya dapat diolah menjadi briket. Selain menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, produk yang dihasilkan juga dapat dikomersialkan untuk menambah pendapatan masyarakat sekitar Desa Kelambir.

 

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan bagi masyarakat dan kelompok di Desa Kelambir mengenai pengelolaan limbah kayu menjadi produk bernilai tambah berupa biobriket.

Berita