Medan 28 Agustus 2026, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik USU menyelenggarakan hari kedua Architecture Open Days and Exhibition (ARCODE) 2026. Agenda di venue panggung mempertemukan mahasiswa Arsitektur USU, dosen, dan para tamu undangan.

Sesi talk show profesional tersebut menghadirkan Dani Fadila, S.T., M.T., dan Ar. M. Aidifitra Syukri Hadintha, IAI.

Kedua pemateri menekankan pentingnya proses eksplorasi desain sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kualitas karya. Proses merancang tidak hanya dipahami sebagai upaya menghasilkan solusi visual dan fungsional, tetapi juga sebagai ruang untuk menguji gagasan, membaca konteks, serta mengembangkan pendekatan desain yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna dan perkembangan zaman.

Pengembangan proyek dinilai penting untuk memperluas pengalaman, memperkuat kapasitas tim, serta membuka peluang kolaborasi lintas disiplin. Melalui pengalaman mengelola beragam skala dan karakter proyek, studio dapat membangun kompetensi yang lebih matang sekaligus memperkaya proses pembelajaran bagi para anggotanya.

Melalui materi ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa studio tidak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang belajar yang dinamis, kolaboratif, dan berorientasi pada pertumbuhan. Eksplorasi desain, perluasan proyek, serta penguatan jejaring alumni menjadi tiga unsur yang saling mendukung dalam membangun ekosistem studio yang berkelanjutan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi peserta dalam melihat proses desain dan praktik profesional sebagai bagian dari perjalanan pembelajaran yang terus berkembang. Melalui kolaborasi, keterbukaan terhadap eksplorasi, serta pemanfaatan jejaring yang kuat, studio dapat menjadi ruang yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membentuk kapasitas, karakter, dan kesiapan profesional bagi generasi perancang selanjutnya.

Kegiatan ini paling kuat mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran kontekstual bersama praktisi. Pembahasan ruang publik, identitas lokal, dan praktik arsitektur berkaitan dengan SDG 11, sementara perspektif pengembangan studio dan profesi berkontribusi pada SDG 8.

FT USU melalui ARCODE mendorong mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan desain dengan realitas sosial, budaya, dan ekonomi. Pertemuan dengan praktisi diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan kompetensi dan kesiapan memasuki ekosistem profesi arsitektur.