Jakarta - Fakultas Teknik USU berpartisipasi dalam The 12th International Symposium on Applied Chemistry (ISAC) yang diselenggarakan bersama The 7th International Conference on Chemical and Material Engineering (ICCME). Forum ilmiah internasional tersebut berlangsung pada 14–15 Oktober 2026 di Kantor Pusat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta.
Tim peneliti terdiri atas Prof. Dr. Ir. Rosdanelli Hasibuan, M.T.; Ir. Risma Fazillah, S.T., M.T.; Fatimah Fahira Siregar; Viqry Pramananda; Prof. Dr. Ir. Juliza Hidayati, M.T.; serta Buchari, S.T., M.Kes. Fatimah Fahira Siregar dan Viqry Pramananda merupakan mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Teknik Kimia FT USU.

Riset yang dibawa berjudul “Sabun Cair Pencuci Tangan Berbahan Aktif Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii).” Penelitian ini mengembangkan sabun cair berbasis bahan alami dan mengevaluasi potensi bahan aktif kulit kayu manis dalam mendukung fungsi antimikroba produk pencuci tangan. Hasil penelitian disiapkan dalam naskah berjudul “Evaluation of Antimicrobial Activities of Liquid Hand Soap from Virgin Coconut Oil and Palm Oil with Cinnamon Bark Extract.”
Partisipasi tersebut merupakan bagian dari Program Hilirisasi Riset Prioritas-Dorongan Teknologi yang didanai oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026. Pelaksanaan penelitian turut melibatkan PT Pembangunan Almamater Sejahtera sebagai mitra.
Forum internasional memberi ruang bagi tim untuk menyampaikan perkembangan riset dan memperoleh masukan dari komunitas ilmiah bidang kimia serta rekayasa material. Keterlibatan dosen dan mahasiswa doktoral juga menghubungkan kegiatan penelitian dengan pengembangan kapasitas akademik pada jenjang pendidikan lanjut.
Kegiatan ini terutama mendukung SDG 9—Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan serta hilirisasi produk berbasis hasil riset. SDG 3—Kehidupan Sehat dan Sejahtera relevan dengan kajian aktivitas antimikroba pada sabun pencuci tangan, sedangkan SDG 4—Pendidikan Berkualitas tercermin melalui keterlibatan mahasiswa doktoral dalam forum ilmiah internasional. Narasi tidak mengklaim bahwa produk telah dikomersialkan atau artikel telah terbit.