Tim SARVision FT USU meraih Harapan I atau peringkat keempat dari 10 finalis dalam Hackathon Deeptech 2026: Indonesia Chip Hackathon Challenge 2026. Rangkaian final berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Indonesia Chip Design Collaborative Center, ITB Innovation Park.
Tim berasal dari Program Studi S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik USU. Anggotanya terdiri atas Muhammad Fariz Ardiansyah sebagai ketua, Steven Gerald, Reinhard Ahmad Gunawan Butar Butar, dan Hardy Johnaphan.

Dalam kompetisi bertema Artificial Intelligence tersebut, tim mengusulkan “SARVision: Chip Akselerator AI Hemat Daya untuk Deteksi Korban Bencana Berbasis Fusi Thermal-RGB pada Drone.” Gagasan ini menggabungkan data citra termal dan RGB untuk mendukung proses identifikasi korban melalui wahana udara nirawak.
Pengembangan rancangan diarahkan pada penggunaan chip akselerator kecerdasan buatan yang hemat daya. Pendekatan tersebut relevan bagi perangkat bergerak seperti drone yang membutuhkan pemrosesan data secara cepat dengan keterbatasan sumber energi.
Tim mendapat pendampingan dari Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU; Emerson Pascawira Sinulingga, S.T., M.Sc., Ph.D.; serta Dr. Ir. Soeharwinto, S.T., M.T. Pendampingan dosen memperkuat proses pengembangan gagasan dan penerapan kompetensi mahasiswa pada bidang elektronika serta kecerdasan buatan.
Prestasi ini terutama mendukung SDG 9—Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan rancangan chip dan teknologi kecerdasan buatan. SDG 4—Pendidikan Berkualitas tercermin melalui pembelajaran berbasis kompetisi dan pendampingan akademik, sedangkan SDG 11—Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan relevan dengan tujuan rancangan untuk mendukung pencarian korban dalam situasi bencana.