Opini berjudul “Dari Sampah Menjadi Energi: Ketika Limbah Plastik dan Ampas Kopi Menemukan Nilai Baru” yang disusun pada Agustus 2026 menyoroti penelitian dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) mengenai ko-pirolisis berbantuan gelombang mikro. Penelitian tersebut melibatkan Wan Rizki Ansari, mahasiswa Program Doktor Ilmu Teknik Kimia, serta, berdasarkan dokumen sumber, memperoleh pendanaan melalui Program Penelitian Disertasi Doktor.
Penelitian ini memadukan limbah plastik dan ampas kopi dalam suatu proses pengolahan termal untuk menghasilkan minyak pirolisis yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Komposisi campuran bahan baku, daya gelombang mikro, dan kondisi operasi menjadi sejumlah variabel yang dikaji untuk memahami karakteristik produk serta kinerja proses pengolahannya.
Melalui pembahasan tersebut, opini ini mengajak pembaca untuk melihat limbah bukan hanya sebagai material sisa yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih dapat diteliti dan dikembangkan nilai gunanya. Perguruan tinggi berperan dalam menghasilkan pengetahuan dan teknologi, sedangkan potensi manfaatnya bagi pengelola limbah, pelaku usaha kopi, dan pengguna produk energi masih memerlukan pengujian sebelum dapat diterapkan secara luas.
Opini tersebut juga menegaskan bahwa keberhasilan penelitian pada skala laboratorium belum secara langsung menunjukkan kesiapan teknologi untuk digunakan pada skala industri. Kualitas produk, konsistensi bahan baku, kelayakan ekonomi, kebutuhan energi, keamanan proses, dan tingkat emisi masih perlu dievaluasi secara komprehensif. Oleh karena itu, pengurangan timbulan sampah, penghematan energi, dan peningkatan pendapatan masyarakat belum dapat dinyatakan sebagai dampak yang telah terukur.
Gagasan ini terutama mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya menggali kembali nilai guna sumber daya yang terkandung dalam limbah. Pengembangan proses dan perangkat pengolahan juga berkaitan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Namun, potensi kontribusi tersebut tetap perlu dinilai berdasarkan kinerja teknologi, kelayakan penerapan, dan dampaknya terhadap lingkungan.
Melalui penguatan riset dan edukasi publik berbasis sains, FT USU terus mendorong pengembangan solusi yang menghubungkan persoalan lingkungan dengan kebutuhan masyarakat. Pengujian yang lebih komprehensif serta penjajakan kolaborasi dengan pemerintah, industri, pengelola limbah, dan pelaku usaha kopi menjadi langkah lanjutan yang diperlukan agar potensi pemanfaatan limbah dapat dikembangkan secara aman, terukur, dan bertanggung jawab.