Medan - Fakultas Teknik USU membuka kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam The Plantationpreneurs Festival 2026–2027 dengan mengusung semangat “Menanam Inovasi, Menumbuhkan Wirausaha Muda untuk Masa Depan”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah pengembangan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan generasi muda dengan mengangkat potensi komoditas perkebunan Indonesia.
![]() | ![]() |
Festival ini berfokus pada tiga komoditas utama, yaitu kelapa sawit, kelapa, dan kakao. Ketiga komoditas tersebut memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional sekaligus membuka ruang luas bagi lahirnya inovasi baru, mulai dari pengembangan produk, teknologi pengolahan, peningkatan nilai tambah, hingga gagasan usaha yang lebih berkelanjutan.

The Plantationpreneurs Festival terbuka bagi pelajar dan mahasiswa aktif di seluruh Indonesia. Peserta dapat mengikuti kompetisi secara individu maupun dalam tim dengan jumlah maksimal tiga orang. Setiap peserta atau tim hanya diperkenankan mengirimkan satu karya yang harus bersifat orisinal, sesuai dengan tema serta komoditas fokus, belum pernah dipublikasikan, dan tidak mengandung unsur plagiarisme.
![]() | ![]() |
Selain formulir pendaftaran, peserta juga perlu mempersiapkan proposal atau karya sesuai format yang telah ditentukan serta identitas diri berupa KTP atau kartu pelajar/mahasiswa. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan pada 6 Oktober 2026, dilanjutkan dengan pemenuhan kelengkapan administrasi dan proposal hingga 25 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, FT USU mendorong generasi muda untuk melihat sektor perkebunan tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga sebagai ruang pengembangan inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan ide-ide baru dengan kebutuhan pengembangan industri perkebunan Indonesia.
Kegiatan ini terutama berkaitan dengan SDG 8 - Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan jiwa kewirausahaan generasi muda. SDG 9 - Industri, Inovasi, dan Infrastruktur relevan melalui dorongan terhadap inovasi berbasis komoditas perkebunan, sedangkan SDG 4 - Pendidikan Berkualitas tercermin dalam pengembangan kapasitas, kreativitas, dan pengalaman belajar peserta.



