Medan - 20 Oktober 2026, Fakultas Teknik USU dan PT Kawasan Industri Medan (Persero) menandatangani Nota Kesepakatan yang mengangkat sinergi pengembangan industri, pendidikan, penelitian, dan sumber daya manusia sebagai kerangka kolaborasi kedua institusi.

Nota Kesepakatan ditandatangani oleh Prof. Dr. Ir. Renita Manurung, M.T. (Dekan FT USU) dan Alif Usman Amin (Direktur Utama PT Kawasan Industri Medan).

Agenda penandatanganan Nota Kesepakatan tersebut juga dihadiri juga oleh Zaid Perdana Nasution S.T., M.T., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Internasionalisasi), Ketua/Sekretaris Program Studi di Lingkungan FT USU serta perwakilan PT KIM yang terdiri atas Taufik Akbar (Direktur Operasional & Pengembangan), Eka Wahyudin (Kadiv Perencanaan & Pengembangan), Raymond Depari (Sekretaris Perusahaan), Ruth Sibagariang (Ka. Dep Perencanaan), Kevin Aritonang (Ka.Dep Humas).

Kerja sama ini disusun untuk memperkuat keterhubungan perguruan tinggi dengan kawasan industri. FT USU dapat berkontribusi melalui kajian akademik dan teknis berbasis kepakaran, sementara PT KIM menyediakan konteks kebutuhan industri, akses, dan koordinasi yang diperlukan sesuai kewenangannya.

Ruang lingkup kesepakatan meliputi kajian pengembangan kawasan untuk rencana pembangunan township, penyediaan tenaga ahli, serta pengembangan kompetensi staf melalui pelatihan, lokakarya, seminar, sertifikasi, dan pendidikan berkelanjutan. Dokumen juga membuka ruang bagi praktisi PT KIM untuk berbagi pengalaman dalam perkuliahan yang relevan.

Bagi mahasiswa, kesepakatan mencakup peluang Pembelajaran Luar Program Studi, magang, praktik kerja, studi independen, dan kegiatan pembelajaran pada tenant yang beroperasi di kawasan PT KIM. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen FT USU juga termasuk dalam cakupan kolaborasi sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.


Kerja sama ini terutama mendukung SDG 9—Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kajian, penelitian, inovasi, dan pengembangan kawasan industri. SDG 4—Pendidikan Berkualitas relevan melalui pembelajaran berbasis industri dan pengembangan kompetensi, sedangkan SDG 17—Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dalam sinergi perguruan tinggi dan badan usaha.