Medan - Fakultas Teknik USU turut berpartisipasi dalam Seminar Internasional Geoteknik yang diselenggarakan Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Komisariat Daerah Sumatera Utara pada 15–16 Oktober 2026. Seminar bertema “Mitigasi dan Rehabilitasi Bencana Alam: Tantangan dan Strategi Geoteknik untuk Pembangunan Berkelanjutan di Sumatra Utara” berlangsung secara hibrida di JW Marriott Hotel Medan.
Perwakilan dari FT USU yaitu Ir. Ivan Indrawan, S.T., M.T., (Sekretaris Program Studi S1 Teknik Sipil FT USU), Dosen Prodi Teknik Sipil antara lain Ir. Irwan Suranta Sembiring S.T., M.T., Ph.D., Dr. Ir. Nursyamsi, S.T., M.T., Ir. Titi Hayati S.T., M.T., Vreslisawati Sagala S.T., M.Sc yang terlibat sebagai panitia. Rangkaian seminar menghadirkan ahli dan praktisi dari Indonesia serta sejumlah negara untuk berbagi perspektif mengenai pengembangan geoteknik dan mitigasi bencana.
![]() |
![]() |
Pembahasan mencakup investigasi tanah, analisis stabilitas lereng, sistem pemantauan, mitigasi longsor, serta rehabilitasi infrastruktur terdampak bencana. Forum ini mempertemukan perguruan tinggi, asosiasi profesi, pemerintah, dan dunia usaha dalam membahas keputusan rekayasa yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Beberapa narasumber utama yang mengisi rangkaian acara tersebut di antaranya:
• Sanjaya Rana – Managing Director PARSAN (salah satu pembicara internasional utama).
• Prof. Widjojo Adi Prakoso, M.Sc., Ph.D – Ketua Umum HATTI Pusat / Pakar Geoteknik senior.
• Ir. Syril Erwin Harahap, M.T., Ph.D – Doktor Bidang Teknik Geoteknik, Akademisi, sekaligus Praktisi HATTI Sumut.
• Adi Yesaya Sukatendel, S.T., M.T. – Praktisi Profesional dan Pakar di bidang Struktur serta Building Information Modeling (BIM).
• Patar Ronny Liston Manurung, S.T., M.T. – Praktisi Senior Profesional di bidang Infrastruktur Jalan dan Jembatan.

Dalam rangkaian kegiatan, HATTI Sumut juga menjalin kerja sama dengan USU, Universitas Negeri Medan, Universitas HKBP Nommensen, dan Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia untuk pengembangan keilmuan geoteknik.
Kegiatan ini terutama mendukung SDG 11 - Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan pengetahuan untuk infrastruktur yang aman dan tangguh terhadap bencana. SDG 9 - Industri, Inovasi, dan Infrastruktur relevan melalui pembahasan teknologi serta rekayasa geoteknik, sedangkan SDG 17 - Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dalam kerja sama lintas institusi.
Partisipasi FT USU memperluas ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi dan praktisi di bidang teknik sipil. Pengetahuan dan jejaring yang dibangun melalui forum ini menjadi modal untuk mendukung pengembangan keilmuan geoteknik serta pendekatan mitigasi bencana yang lebih kolaboratif.

