home icon
search icon
menu icon

> Berita > Kota Ramah: dari penelitian hingga implementasi untuk keberlanjutan yang lebih baik

Kota Ramah: dari penelitian hingga implementasi untuk keberlanjutan yang lebih baik

Dipublikasi Pada

01 Maret 2024

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Kota Ramah: dari penelitian hingga implementasi untuk keberlanjutan yang lebih baik
Thumbnail Kota Ramah: dari penelitian hingga implementasi untuk keberlanjutan yang lebih baik

Ketika sistem pemerintahan yang terdesentralisasi mulai dikembangkan di Indonesia melalui desentralisasi, pemerintah kota dan kabupaten memegang peran yang paling strategis dalam pengelolaan kota. Permasalahan kota yang semakin kompleks seperti sosial, ekonomi, budaya dan fisik, menuntut adanya konsep solusi yang lebih komprehensif. Salah satu konsep yang dianggap relevan sebagai solusi atas kompleksitas permasalahan kota saat ini adalah gagasan kota yang ramah. Kota yang ramah adalah gambaran ideal sebuah kota yang setiap kehidupan masyarakatnya terakomodasi dengan baik, nyaman dan adil dalam ruang-ruang kota. Gagasan kota ramah menjadi penting untuk menjadi wacana dalam kaitannya dengan momen hari jadi Kota Medan yang telah berusia lebih dari empat setengah abad.

Dalam mewujudkan visi pedestrian yang ideal ini perlu adanya Test Case. Dalam hal ini isu yang diangkat sebagai contoh adalah perencanaan, penataan dan pengelolaan pedestrian. Latar belakang pemilihannya adalah karena pedestrian merupakan level kota yang bersentuhan dengan masyarakat setiap hari namun masih belum mendapat perhatian serius.

Sebuah forum diskusi mengenai kota yang ramah pernah diseminarkan dalam Seminar Internasional ke-1 Friendly City: Menuju Kota yang Ramah, dalam rangka Peringatan Satu Dasawarsa Arsitektur di Universitas Sumatera Utara November 2001; Seminar Internasional ke-2 Friendly City: Manajemen Pembangunan Perkotaan untuk Kota Ramah pada tahun 2003; dan Seminar Internasional ke-3 Kota Ramah: Kota Ramah untuk Pariwisata Perkotaan pada tahun 2011. Sebagai kelanjutan dari seminar tersebut, Program Studi Magister Arsitektur Program Pascasarjana USU bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan bermaksud untuk menyelenggarakan Seminar Internasional Kota Ramah: Penelitian hingga Implementasi. Seminar ini bertujuan untuk menghimpun berbagai pemikiran positif tentang pengelolaan pengembangan kota yang ramah, terutama untuk mengaplikasikan konsep tersebut ke dalam permasalahan riil perkotaan di berbagai belahan dunia saat ini. Untuk itu sangat dibutuhkan sumbangan pemikiran dan pengalaman para praktisi pemerintahan yang akan dipadukan dengan teori-teori konseptual dari para ahli. Dengan demikian diharapkan akan diperoleh suatu kerangka pemecahan masalah yang lebih komprehensif dan aplikatif.
 

Berita