Viory Hizkia Hutauruk, mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur, Fakultas Teknik USU, bersama Muhammad Rizal Irfani, mahasiswa Arsitektur Universitas Lambung Mangkurat, berhasil meraih Juara III kategori mahasiswa dalam LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026. Sebelum meraih posisi tersebut, karya tim terlebih dahulu terpilih sebagai Top 5 Nominees kategori mahasiswa.

Tim mengusung karya berkode LADC_M_036 berjudul “The Urban Stitch of Prawirotaman Village”. Karya tersebut dikembangkan dalam tema “Archipelago Dialogues: Architecture as a Space of Co-Creation” pada kompetisi yang diselenggarakan oleh LIXIL bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Rangkaian keikutsertaan tersebut menghasilkan capaian terverifikasi mulai dari terpilihnya karya sebagai salah satu dari lima finalis terbaik, pelaksanaan presentasi final, hingga keberhasilan meraih Juara III pada malam penganugerahan LADC 2026. Kolaborasi antara mahasiswa FT USU dan Universitas Lambung Mangkurat turut menunjukkan kemampuan bekerja lintas perguruan tinggi dalam mengembangkan gagasan arsitektur secara bersama.

Capaian ini paling kuat mendukung SDG 4—Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan, presentasi, dan pengakuan terhadap karya mahasiswa dalam kompetisi nasional. Kolaborasi lintas perguruan tinggi turut berkaitan dengan SDG 17—Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pertukaran gagasan dan keahlian; sementara manfaat rancangan bagi kawasan tetap diposisikan sebagai potensi karena belum terdapat informasi bahwa karya telah diterapkan.

FT USU terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan karya yang kreatif, kontekstual, dan terhubung dengan perkembangan profesi. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus memperluas pengalaman, membangun kolaborasi, serta membawa gagasan dan karya arsitektur FT USU ke forum yang semakin luas.