home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pendayagunaan Teknologi untuk Efisiensi Produksi pada UKM Meubel Amir Kusen

Pendayagunaan Teknologi untuk Efisiensi Produksi pada UKM Meubel Amir Kusen

Dipublikasi Pada

14 Agustus 2025

Dipublikasi Oleh

Rizky Amalia SE

Pendayagunaan Teknologi untuk Efisiensi Produksi pada UKM Meubel Amir Kusen
Thumbnail Pendayagunaan Teknologi untuk Efisiensi Produksi pada UKM Meubel Amir Kusen
Tim Dosen Fakultas Teknik USU melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di UKM Meubel Amir Kusen, Medan, untuk meningkatkan efisiensi produksi melalui teknologi tepat guna. Program ini meliputi pemberian mesin spindle, pelatihan operasional, serta penyuluhan manajemen produksi guna mendukung UKM berdaya saing dan berkelanjutan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Fakultas Teknik USU yang terdiri atas Ir. Nismah Panjaitan, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN., Dr. Ir. Nurhayati, M.T., Dr. Ir. Dini Wahyuni, M.T., Dr. Tuti Sarma Sinaga, M.T yang mengusung tema “Pendayagunaan Teknologi untuk Efisiensi Produksi pada UKM Meubel Amir Kusen”.

 

UKM Meubel Amin Kusen adalah salah satu dari banyak produsen pintu dan kusen di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara yang berlokasi di Jalan Abdul Sani Muthalib, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. 

Pada kegiatan pengabdian ini, Mitra Meubel Amin Kusen memiliki beberapa permasalahan yaitu:

1. Kurangnya efisiensi produksi karena produksi pintu masih menggunakan cara tradisional/manual;

2. Kurangnya pemahaman tentang manajemen produksi usaha yang baik;

3. Kapasitas produksi yang kecil akibat keterbatasan peralatan dan mesin.

 

Solusi yang diberikan oleh Tim Pengabdian kepada Mitra Meubel Amir Kusen yaitu:

1. Pemberian mesin Spindle (Shaper) untuk meningkatkan kualitas operasional. Penggunaan mesin Spindle (Shaper) dapat menggantikan metode manual dalam pembentukan profil dan pemotongan kayu, sehingga meningkatkan kecepatan produksi, presisi, serta mengurangi kesalahan. Hal ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dimana pemanfaatan teknologi dan inovasi berperan dalam meningkatkan daya saing industry kecil dan menengah;

2. Memberikan pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan operator. Operator membutuhkan peralatan pendukung seperti alat ukur yang lebih akurat, perlengkapan keamanan dan alat kerja ergonomis untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja. Penyediaan peralatan ini berkontribusi terhadap SGDs poin 12 (Responsible Consumption and Production) dengan memastikan proses produksi lebih efisien dan berkelanjutan tanpa banyaknya limbah yang dihasilkan;

 

3. Memberikan penyuluhan mengenai tata kelola manajemen produksi yang baik demi mendukung peningkatan produktivitas mitra. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mitra akan pentingnya strategi produksi yang efektif. Hal ini mendukung pencapaian SDGs poin 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan membantu pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya dan meningkatkan pendapatan. 

 

Berita