home icon
search icon
menu icon

> Berita > Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Kristalisasi Jahe dan Pengembangan Manajemen Usaha untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Produk serta Manajemen Usaha UD Makame Berkah Indonesia

Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Kristalisasi Jahe dan Pengembangan Manajemen Usaha untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Produk serta Manajemen Usaha UD Makame Berkah Indonesia

Dipublikasi Pada

28 Agustus 2024

Dipublikasi Oleh

Rizky Amalia SE

Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Kristalisasi Jahe dan Pengembangan Manajemen Usaha untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Produk serta Manajemen Usaha UD Makame Berkah Indonesia
Thumbnail Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Kristalisasi Jahe dan Pengembangan Manajemen Usaha untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Produk serta Manajemen Usaha UD Makame Berkah Indonesia
Tim dosen USU dari Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menerapkan teknologi tepat guna berupa mesin kristalisasi jahe di UD Makame Berkah Indonesia. Kegiatan ini juga mencakup pelatihan manajemen usaha dan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing industri lokal.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Teknik USU dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU yang terdiri atas Buchari, S.T., M.Kes., IPM, Ir. Nismah Panjaitan, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., dan Ami Dilham, S.E., M.Si. Kegiatan ini mengusung tema “Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Kristalisasi Jahe dan Pengembangan Manajemen Usaha untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Produk serta Manajemen Usaha UD Makame Berkah Indonesia.”

 

UD Makame Berkah Indonesia merupakan usaha perorangan yang berdiri pada masa pandemi Covid-19, tepatnya pada Juli 2020. Usaha ini memproduksi minuman rempah dalam bentuk butiran gula (granules). Seiring berjalannya waktu, produk minuman rempah jahe merah granules dari UD Makame Berkah Indonesia semakin dikenal dan mulai dipasarkan ke luar Kota Medan.

 

Alat yang digunakan untuk memproduksi bubuk bandrek masih bersifat tradisional, yaitu menggunakan kompor, kuali, dan alat pengaduk manual, dengan waktu produksi hampir empat jam untuk menghasilkan lima kilogram jahe merah. Melihat kondisi tersebut, UD Makame Berkah Indonesia sangat membutuhkan alat produksi berupa mesin kristalisasi jahe merah dengan pengaduk otomatis yang digerakkan oleh listrik agar dapat menghasilkan produk dengan jumlah lebih banyak, waktu lebih cepat, dan kualitas lebih baik.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan kontribusi kepada mitra berupa perancangan teknologi tepat guna melalui pengadaan mesin kristalisasi jahe sebagai upaya peningkatan kuantitas dan kualitas produksi. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup pengembangan manajemen usaha yang berdampak pada peningkatan penjualan serta mendukung pencapaian salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Industry, Innovation, and Infrastructure (Tujuan SDGs ke-9): membangun infrastruktur yang tangguh, meningkatkan industri inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi.

 

Pengembangan manajemen usaha melalui pemasaran dengan memanfaatkan fitur-fitur targeting pada platform media sosial diharapkan dapat menjangkau konsumen yang tepat secara efektif, meningkatkan kesadaran merek, serta mendorong penjualan. Oleh karena itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat memberikan pelatihan intensif kepada mitra dan anggotanya, serta menyediakan akses ke berbagai tools digital marketing yang relevan sebagai upaya mendukung pemasaran UD Makame Berkah Indonesia.

Berita