10th National Conference on Industrial Engineering (NCIE) 2026
Berita16th Product Design Competition (PDC) 2026
BeritaSeminar Geoteknik "Implementasi Prinsip Geoteknik Dalam Desain dan Kontrol Konstruksi Fondasi"
21 Maret 2022
Anonymous Writer
Sel surya atau solar cell sebagai alternatif sumber energi terbarukan terus menjadi fokus penelitian di berbagai bidang karena efisiensi konversinya yang masih rendah, yakni di bawah 20%. Faktor-faktor seperti gerak dinamis sinar matahari, pengaruh cuaca, dan kandungan panas selain foton turut memengaruhi tingkat konversi energi. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian tidak hanya berfokus pada material inti solar cell, tetapi juga pada pelapis, bahan pendukung, serta perangkat tambahan untuk meningkatkan efisiensi.
Salah satu upaya adalah memitigasi dampak kandungan panas pada sinar matahari, yang dapat menurunkan efisiensi sebesar 0,5% untuk setiap kenaikan suhu 1°C, dengan mengaplikasikan sistem pendingin pasif, aktif, atau hybrid. Teknologi solar cell terapung (floating solar cell) juga menjadi solusi populer dengan memanfaatkan instalasi di atas air. Selain itu, sistem tracking berbasis soft computing dan AI digunakan untuk mengikuti gerak dinamis matahari, sementara cermin refleksi diaplikasikan untuk mengarahkan sinar secara optimal.
Dalam aspek pemanfaatan energi, berbagai teknik pengaturan pengisian daya baterai (charging), jenis inverter, termasuk penerapan Maximum Power Point Tracking (MPPT) pada inverter, terus dikembangkan. Penelitian juga mengarah pada integrasi sistem off/on grid agar dapat terhubung dengan jaringan listrik PLN. Berbagai inovasi ini juga menjadi bagian dari riset intensif yang dilakukan di Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara (FT USU), untuk mendukung pengembangan teknologi energi terbarukan.