home icon
search icon
menu icon

> Berita > Produksi Bahan Bakar Alternatif (E-Bio) dari Sampah Sayuran Menggunakan Distilator di Desa Sempajaya

Produksi Bahan Bakar Alternatif (E-Bio) dari Sampah Sayuran Menggunakan Distilator di Desa Sempajaya

Dipublikasi Pada

26 November 2024

Dipublikasi Oleh

Rizky Amalia SE

Produksi Bahan Bakar Alternatif (E-Bio) dari Sampah Sayuran Menggunakan Distilator di Desa Sempajaya
Thumbnail Produksi Bahan Bakar Alternatif (E-Bio) dari Sampah Sayuran Menggunakan Distilator di Desa Sempajaya
Tim PkM USU melaksanakan program pembuatan bahan bakar alternatif (E-Bio) dari sampah sayuran hasil pertanian di Desa Sempajaya, Berastagi. Program ini memanfaatkan teknologi distilator untuk mengolah limbah pertanian menjadi bioetanol ramah lingkungan dan sumber energi berkelanjutan.

Desa Sempajaya, Berastagi — Ketua Tim Dr. Ir. Bambang Trisakti, M.Si, bersama anggota tim lainnya melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pembuatan Bahan Bakar Alternatif (E-Bio) dari Sampah Sayuran Hasil Pertanian Menggunakan Alat Distilator di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.”

 

Kegiatan ini bertujuan untuk operasionalisasi dan edukasi mengenai proses pembuatan bioetanol (E-Bio) dari sampah pertanian dengan pendekatan modern. Tujuan utama dari kegiatan ini meliputi pemahaman yang mendalam tentang teknologi pengolahan sampah menjadi E-Bio, kemampuan dalam merancang instalasi produksi dengan analisis ekonomis yang akurat, keterampilan operasional dalam menjalankan instalasi pengolahan E-Bio yang sudah terpasang, serta kompetensi dalam pemeliharaan dan penyelesaian masalah operasional terkait.

 

Pemanfaatan sampah sayuran sebagai bahan baku E-Bio dapat mengurangi limbah pertanian sekaligus menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan yang mendukung keberlanjutan energi di desa. Program ini melibatkan pelatihan penggunaan alat distilator dan proses produksi E-Bio kepada masyarakat Desa Sempajaya.

 

Kegiatan meliputi:

  • Sosialisasi pemanfaatan limbah sayuran untuk energi alternatif.

  • Pelatihan penggunaan alat distilator dalam proses produksi E-Bio.

  • Pendampingan teknis dan evaluasi hasil produksi.

 

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa produksi E-Bio berhasil dilaksanakan dan berpotensi mengurangi limbah pertanian secara signifikan.

Berita