Fakultas Teknik USU memperkuat pengembangan riset di bidang pariwisata perkotaan berkelanjutan melalui pelaksanaan studi lapangan internasional di Daejeon, Korea Selatan, pada 17–23 Oktober 2026. Penelitian komparatif ini berfokus pada kajian place identity atau identitas tempat dalam mendukung peningkatan Quality of Life masyarakat pada konteks morfologi perkotaan Medan dan Daejeon.

Tim penelitian dipimpin oleh Prof. Ar. Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc., Ph.D., IAI, bersama Ar. Selly Veronica, S.T., M.T., IAI, dosen Program Studi Arsitektur FT USU, serta Utari Ardha Damanik, S.Ars., mahasiswa Magister Perencanaan Wilayah dan Kota FT USU.

Kajian ini diarahkan untuk memahami bagaimana identitas tempat terbentuk dan dipertahankan melalui hubungan antara karakter ruang, fungsi kawasan, aktivitas masyarakat, warisan arsitektur, serta pola pengembangan kota. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi elemen-elemen yang dapat mendukung pariwisata perkotaan secara berkelanjutan sekaligus mempertahankan kualitas kehidupan masyarakat.

Melalui metode observasi terhadap tipologi ruang urban, tim melakukan pengamatan pada sejumlah kawasan di Daejeon yang merepresentasikan beragam karakter pariwisata. Lokasi kajian mencakup kawasan warisan arsitektur dan budaya seperti Daejeon Museum of Art dan Museum Heredium, kawasan berorientasi sains dan teknologi, fasilitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) seperti Daejeon Convention Center, kawasan pusat kota, serta ruang terbuka hijau.

Pengamatan juga dilakukan di Yurim Park untuk melihat karakter pemanfaatan ruang publik pada malam hari. Studi terhadap aktivitas malam menjadi bagian dari analisis untuk memahami hubungan antara ruang terbuka, aktivitas masyarakat, pengalaman pengunjung, dan potensi pengembangan nighttime economy dalam konteks pariwisata perkotaan.

Studi lapangan diperkuat melalui academic peer-discussion bersama Prof. Youn Taik Leem dan Prof. Seung Ho Yang dari Hanbat National University. Diskusi tersebut membahas pendekatan perencanaan kota, integrasi elemen desain perkotaan, serta strategi keberlanjutan berbasis komunitas yang diterapkan dalam konteks perkembangan Daejeon.

Melalui perbandingan antara Medan dan Daejeon, tim peneliti berupaya memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai bagaimana karakter lokal dapat dipertahankan di tengah perkembangan kota. Hasil observasi dan diskusi akademik tersebut diharapkan menjadi bagian dari basis ilmiah untuk pengembangan pendekatan pariwisata perkotaan yang memperhatikan identitas tempat, keberlanjutan lingkungan, serta kualitas hidup masyarakat.

Dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs), penelitian ini memiliki keterkaitan dengan SDG 11 – Sustainable Cities and Communities melalui kajian kota dan ruang publik yang berkelanjutan, SDG 3 – Good Health and Well-Being melalui perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat, SDG 8 – Decent Work and Economic Growth melalui kajian potensi aktivitas ekonomi perkotaan dan nighttime economy, serta SDG 17 – Partnerships for the Goals melalui kolaborasi akademik lintas negara.

Melalui pelaksanaan riset komparatif Medan–Daejeon ini, Fakultas Teknik USU terus mendorong pengembangan riset yang tidak hanya berorientasi pada kontribusi akademik, tetapi juga relevan terhadap kebutuhan perencanaan kota, pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.s basis pengetahuan bagi pengembangan kota yang berkelanjutan.