Pada hari kedua Architecture Open Days and Exhibition (ARCODE) 2026, tanggal 28 Agustus 2026, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik USU menyelenggarakan rangkaian talk show profesional. Forum ini menghadirkan praktisi arsitektur untuk berbagi pendekatan desain dan pengalaman membangun praktik.
1. Ar. Ramadhoni Dwi Payana, IAI, membahas penerjemahan narasi serta kearifan lokal Medan ke dalam bahasa ruang kontemporer.
![]() | ![]() |
2. Ar. Freddy Kirana, IA,I mengangkat strategi merancang ruang komersial dan publik yang berkarakter sekaligus berorientasi ekonomis.
![]() | ![]() |
Rangkaian materi juga mengangkat kekuatan jejaring alumni dalam menumbuhkan studio arsitektur kolaboratif.

Narasumber mengajak peserta melihat kearifan lokal sebagai sumber gagasan yang dapat terus dikembangkan dalam proses perancangan. Identitas Medan, dengan keragaman budaya dan karakter urbannya, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi dasar dalam menciptakan ruang yang memiliki kekhasan, kontekstual, dan tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan desain kontemporer.
Melalui materi ini, peserta memperoleh perspektif bahwa penerapan kearifan lokal dalam desain kontemporer tidak harus dilakukan secara literal. Nilai, narasi, pola, dan karakter lokal dapat diolah kembali secara kreatif sehingga menghasilkan desain yang modern tanpa kehilangan keterkaitan dengan identitas tempat. Pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi terciptanya ruang yang lebih autentik dan memiliki nilai tambah dalam konteks sosial maupun ekonomi.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta mengenai pentingnya mengintegrasikan konteks lokal, pendekatan desain kontemporer, dan pertimbangan ekonomi dalam proses perancangan. Dengan demikian, ruang yang dirancang tidak hanya mampu memenuhi fungsi dan kebutuhan pengguna, tetapi juga dapat menjadi representasi identitas lokal yang adaptif, berkarakter, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Kegiatan ini paling kuat mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran langsung dari praktisi. Relevan dengan strategi merancang ruang komersial yang berorientasi pada nilai ekonomi dan keberlanjutan usaha berkaitan dengan SDG 8, sedangkan berkaitan dengan perancangan ruang publik, identitas lokal, konteks perkotaan, dan pelestarian nilai budaya dalam lingkungan binaan mendukung SDG 11.



