Prof. Dr. Ir. Dwira Nirfalini Aulia, M.Sc., membimbing rancangan “Pengembangan Kawasan Ekowisata Pesisir di Pulau Buaya”. Prof. Ar. Beny Octofryana Yousca Marpaung, S.T., M.T., Ph.D., IAI., IPM, mengangkat “Kawasan Ekowisata Produktif–Ekologis Berbasis Perikanan, Komunitas Pesisir, dan Mobilitas Air Kota Tanjungbalai”. Sementara itu, Dr. Ar. Wahyuni Zahrah, S.T., MS., IAI, membimbing dua gagasan, yaitu “Anjungan Merayau Menyusuri Rasa Menemui Cerita” dan “Laman Buana Ruang Tumbuh, Budaya Bersemi”, terkait penataan Kawasan GOR serta Lapangan Abdul Jalil–Veteran–Asahan.


Menurut surat kegiatan, FGD direncanakan melibatkan 29 mahasiswa dan empat dosen pembimbing. Kajian juga mencakup Pulau Simardan. Diskusi dirancang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas setempat agar gagasan perancangan mempertimbangkan kebutuhan serta karakter kawasan. Pendekatan tersebut mendorong mahasiswa menautkan rancangan ruang publik dan kawasan pesisir dengan aktivitas ekonomi lokal, budaya, ekologi, serta konektivitas perairan. Hasil pembahasan diharapkan menjadi bahan penyempurnaan konsep sebelum tahapan studio berikutnya, tanpa mengabaikan aspirasi warga serta kondisi sosial.


Keterlibatan dosen MPWK mempertemukan kepakaran akademik, pembelajaran berbasis proyek, dan kebutuhan pembangunan daerah. Kegiatan ini selaras dengan IKU 5 (kemitraan strategis), IKU 8 (dosen berkegiatan di luar kampus), dan IKU 11 (pembelajaran kolaboratif dan partisipatif). Dari sisi SDGs, kegiatan mendukung SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 11 (kota berkelanjutan), SDG 14 (ekosistem lautan), dan SDG 17 (kemitraan), melalui pengembangan gagasan kawasan pesisir, ruang publik, serta kolaborasi kampus dan pemerintah daerah.