Tim pengabdian lintas disiplin dari Fakultas Teknik USU berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) USU menyelenggarakan program edukasi sejarah inovatif dengan tema "Inovasi Digital untuk Konservasi Warisan Bersejarah berbasis Komunitas (Medan Heritafe Trails: Digital Innovation for Community-based Heritage Conservation) pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa SMP Negeri 7 Medan dalam pembelajaran sejarah dan warisan budaya kota secara langsung.
Melalui konsep walking trails, para siswa diajak mengenali warisan budaya termasuk rumah panggung Melayu, masjid tua, dan kawasan sungai di Silalas. Tim juga memperkenalkan Medan Simpang, platform digital yang dirancang untuk memandu masyarakat menjelajahi titik-titik bersejarah di Kota Medan sambil memperoleh informasi mengenai identitas dan perkembangan kawasan.
Program ini dipimpin oleh Dr. Salmina Wati Ginting, S.T., M.T., dari Program Studi Arsitektur serta melibatkan Ryandika Afdila, ST., M.Eng.Sc. dari Program Studi Teknik Elektro dan Nurrahmadayeni, M.Kom., dari Program Studi Ilmu Komputer Fasilkom-TI USU. Pengembangannya turut melibatkan mitra internasional, Prof. Johannes Widodo dari National University of Singapore (NUS), sebagai bagian dari kolaborasi dan alih pengetahuan lintas disiplin.

Pelaksanaan kegiatan menghasilkan pengalaman belajar di luar ruang kelas serta pengenalan platform digital sebagai media literasi sejarah. Wakil Kepala SMP Negeri 7 Medan Bidang Kurikulum, Nurfuadi Zain, M.Pd., menyampaikan, “Program ini memberikan perspektif baru dan membuka wawasan siswa bahwa lingkungan tempat mereka tinggal memiliki nilai sejarah yang sangat penting untuk dikenali dan dilestarikan.” Pernyataan tersebut mencerminkan penerimaan pihak sekolah, sedangkan perubahan pengetahuan atau perilaku siswa masih memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Kegiatan ini paling kuat mendukung SDG 11—Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui edukasi warisan budaya dan pemanfaatan media digital untuk memperluas pengenalan terhadap aset sejarah kota. Pembelajaran kontekstual bagi siswa turut berkaitan dengan SDG 4—Pendidikan Berkualitas, sementara kerja sama lintas fakultas dan mitra internasional mendukung SDG 17—Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, FT USU menegaskan komitmennya untuk mengembangkan edukasi publik berbasis kepakaran, inovasi digital, dan kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Medan Simpang Heritage Trails diharapkan dapat membuka peluang keterlibatan generasi muda yang lebih luas dalam mengenali dan merawat warisan budaya Kota Medan secara berkelanjutan.