home icon
search icon
menu icon

Tentang

Program Sarjana Arsitektur

Program Sarjana Arsitektur Universitas Sumatera Utara (USU) telah berdiri sejak tahun 1991, menjadikannya prodi yang tergolong baru jika dibandingkan dengan program studi lainnya di USU. Kurikulum pembelajaran prodi ini menggabungkan seni, ilmu, dan teknik untuk merancang dan membangun lingkungan fisik yang melibatkan pembuatan ruang yang indah, fungsional, dan berkelanjutan untuk manusia tinggal, bekerja, dan bermain. Dari membangun rumah tinggal hingga merancang bangunan yang ikonik, ilmu arsitektur adalah tentang menciptakan dunia di sekitar kita.

Visi prodi ini adalah menjadi institusi pendidikan arsitektur berstandar internasional, berciri keunggulan lokal, dan terkemuka di Asia Tenggara di tahun 2024. Lulusan dari program Sarjana Arsitektur memiliki prospek kerja yang luas di berbagai sektor seperti desain interior, konstruksi, konservasi bangunan, manajemen proyek, atau bahkan menjadi arsitek lepas. Bergabunglah dengan Sarjana Arsitektur Universitas Sumatera Utara untuk bersama-sama menginspirasi perubahan positif, menciptakan inovasi arsitektural, dan membangun masa depan Indonesia. Mahasiswa yang menyelesaikan program studi ini akan memperoleh gelar Sarjana Arsitektur (S.Ars) dan siap untuk berkontribusi dalam dunia arsitektur dengan keahlian dan pengetahuan yang mereka miliki.

Program Sarjana Arsitektur
ornament

Sejarah

1990

Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara (PSA-USU) berdiri pada tahun 1991. Staf pengajar yang berinisiatif untuk membentuk Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara (PSA-USU) pada mulanya adalah lr. M. Nawawiy Loebis dan lr. Muhammad Hasan. Adapun panitia pembentukan Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara berdasarkan Surat Keputusan Rektor No: 895/PT05.H/SK/1 tanggal 16 Oktober 1990 adalah lr. Nurlisa Ginting (ketua); lr. Muhammad Hasan (sekretaris); lr. Rudolf Sitorus (anggota); dan lr. Morida Siagian (anggota).

1991

Pada tanggal 6 Juni 1991 pendirian Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara (PSA-USU) disetujui berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.31/DIKTI/Kep/1991 yang ditetapkan di Jakarta. Adapun surat keputusan tersebut menetapkan pendirian Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara (PSA-USU) di Fakuttas Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara terus berkembang dengan visi: “Menjadi Lembaga Pendidikan Arsitektur yang Paling Diminati". Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara tetap terus mengembangkan diri menjadi pusat riset bangunan dan lingkungan di Sumatera. Hal tersebut dibuktikan dengan berdirinya Program Studi Magister Teknik Arsitektur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara (PS MTA SPs USU).

2011

Dalam upaya pengembangan ilmu dan peningkatan efektivitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan, Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara yang selama ini berada dalam kelompok keilmuan Fakultas Teknik USU akan terus mengembangkan diri dalam bidang Arsitektur dan Perencanaan, yaitu: (1) Arsitektur; (2) Perencanaan Wilayah dan Kota; (3) Arsitektur Lanskap dan; (4) Desain Interior. Berbeda dengan pendidikan teknik umumnya yang berbasis kepada kegiatan laboratorium, yang menjadi ciri khas dalam proses pendidikan arsitektur (dan kelompok ilmu desain lainnya) adalah pendidikan berbasis kreativitas dengan studio (perancangan/perencanaan) sebagai core dalam sistem pembelajarannya. Kreativitas menjadi kata kunci, ketika faktor penentu keunggulan bangsa adalah inovasi dan kreativitas/45%, jejaring kerja (networking)/25%, teknologi/20%, dan sumber daya alam/10% (menurut Windharto, 2007). Sementara itu situasi dan sistem pendidikan arsitektur yang ada sebagai disiplin yang paling bertanggung jawab dengan kekeruhan situasi masa kini cukup memprihatinkan. Keadaan ini sangat nyata di kondisi lokal dan regional Sumatera Utara. Apalagi dengan adanya upaya pembaharuan sistem pendidikan arsitektur di tingkat nasional, dalam rangka mengantisipasi kecenderungan perkembangan global yang membawa dampak nyata pada perkembangan permasalahan lingkungan binaan. Pendidikan tingkat sarjana lebih diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang siap mengembangkan diri dalam berbagai bidang sesuai dengan pengembangan minatnya selama mengikuti pendidikan, ketimbang mengirimkan para lulusan ini langsung ke dunia kerja yang kemudian sering ditanggapi sinis oleh kalangan dunia usaha dengan alasan klise yaitu ‘tidak siap kerja'. Dengan demikian sangat dibutuhkan adanya pendidikan lanjutan bagi para lulusan pendidikan S-1 arsitektur yang kelak dapat lebih meningkatkan daya saing mereka dalam berkiprah di dunia kerja. Pendidikan lanjutan tersebut dapat dilihat dalam gambar kondisi sistem pendidikan arsitektur di Indonesia.

Sementara itu situasi dan sistem pendidikan arsitektur yang ada sebagai disiplin yang paling bertanggung jawab dengan kekeruhan situasi masa kini cukup memprihatinkan. Keadaan ini sangat nyata di kondisi lokal dan regional Sumatera Utara. Apalagi dengan adanya upaya pembaharuan sistem pendidikan arsitektur di tingkat nasional, dalam rangka mengantisipasi kecenderungan perkembangan global yang membawa dampak nyata pada perkembangan permasalahan lingkungan binaan. Pendidikan tingkat sarjana lebih diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang siap mengembangkan diri dalam berbagai bidang sesuai dengan pengembangan minatnya selama mengikuti pendidikan, ketimbang mengirimkan para lulusan ini langsung ke dunia kerja yang kemudian sering ditanggapi sinis oleh kalangan dunia usaha dengan alasan klise yaitu ‘tidak siap kerja'. Dengan demikian sangat dibutuhkan adanya pendidikan lanjutan bagi para lulusan pendidikan S-1 arsitektur yang kelak dapat lebih meningkatkan daya saing mereka dalam berkiprah di dunia kerja. Pendidikan lanjutan tersebut dapat dilihat dalam gambar kondisi sistem pendidikan arsitektur di Indonesia.

2014

Pada masa sekarang dan seterusnya, Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara terus berusaha menjadi institusi pendidikan arsitektur yang unggul diakui secara nasional dan internasional serta mampu berperan aktif dalam perancangan lingkungan binaan mulai dari skala mikro hingga ke skala makro. Dalam rangka itu, Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara harus mampu menghasilkan tenaga profesional sebagai stakeholder pembangunan yang sejalan dengan misi Universitas Sumatera Utara menjadi University for Industry. Visi USU menjadi University for Industry berlaku pada tahun 2009–Januari 2014. Pada tanggal 28 Februari 2014, visi USU mengalami perubahan. Adapun visi USU sejak tahun 2014 adalah "menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan akademik sebagai barometer kemajuan ilmu pengetahuan yang mampu bersaing dalam tataran dunia global". Kemudian, Pada tahun 2016, Fakultas Teknik USU (FT USU) juga melakukan perubahan visi sebagai dampak dari perubahan visi USU. Visi Fakultas Teknik USU (FT USU) adalah "Menjadi Fakultas Teknik yang unggul dan berdaya saing global dalam pengembangan iptek dan riset terapan". Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka pada Juli 2014 sudah ada visi, misi, tujuan, dan sasaran Program Studi Arsitektur USU yang diperbaharui berbasis Renstra USU tahun 2015–2019 dan Renstra Fakultas Teknik USU tahun 2016–2020. Selain itu, visi, misi, tujuan, dan sasaran Program Studi Arsitektur USU juga dibuat berdasarkan kebutuhan pasar dan standarisasi nasional serta internasional dalam profesi arsitektur serta asosiasi di bidang Arsitektur seperti APTARI, IAI, dan UIA. Sehingga, sejak tahun 2014 visi Program Studi Arsitektur USU adalah menjadi Program Studi Arsitektur yang mampu bersaing secara global dan unggul dalam pengembangan iptek dan riset terapan berbasis kearifan lokal pada tahun 2020.

ornament

Visi & Misi

ornament

Tujuan & Sasaran

ornament

Struktur Organisasi

Bagan Struktur Organisasi