Korea Selatan - Tim akademisi Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik USU berpartisipasi dalam The 15th International Symposium on Architectural Interchanges in Asia (ISAIA 2026) yang berlangsung pada 19–22 Oktober 2026 di Daejeon, Korea Selatan. Forum ilmiah internasional ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, diseminasi hasil penelitian, serta pengembangan jejaring akademik di bidang arsitektur pada tingkat Asia.

ISAIA 2026 diselenggarakan secara kolaboratif oleh 3 perhimpunan arsitektur di Asia, yaitu Architectural Institute of Korea (AIK), Architectural Society of China (ASC), dan Architectural Institute of Japan (AIJ). Forum dua tahunan tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan riset, inovasi, serta isu kontemporer dalam bidang arsitektur dan lingkungan binaan.

Dalam forum tersebut, Ar. Selly Veronica, S.T., M.T., IAI hadir mewakili tim peneliti untuk mempresentasikan artikel ilmiah berjudul “Ensuring Place Identity for Human-Centered Urban Sustainable Tourism in Medan in the AI-Driven Era.” Artikel tersebut dipaparkan di hadapan peserta dan delegasi pakar internasional, termasuk dari Jepang dan Tiongkok.

Karya ilmiah tersebut merupakan hasil kolaborasi riset yang melibatkan Prof. Ar. Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc., Ph.D., IAI; Ar. Selly Veronica, S.T., M.T., IAI; Dr. Ir. Ar. Achmad Delianur Nasution; Dr. Anthoni Veery Mardianta; Dr. Pedia Aldy, S.T., M.Sc. dari Universitas Riau; serta Utari Ardha Damanik, S.Ars., mahasiswa Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sumatera Utara.

Topik penelitian mengangkat isu identitas tempat, pariwisata perkotaan berkelanjutan, pendekatan human-centered, serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan dalam konteks Kota Medan. Pembahasan tersebut menunjukkan upaya untuk menghubungkan aspek arsitektur, perkotaan, teknologi, dan keberlanjutan dalam satu kerangka penelitian yang relevan dengan perkembangan kota masa kini.

Partisipasi dalam ISAIA 2026 juga memberikan ruang bagi tim akademisi untuk memperluas diseminasi hasil penelitian kepada komunitas ilmiah internasional. Melalui forum tersebut, gagasan yang dikembangkan dari konteks lokal Kota Medan dapat diperkenalkan dan didiskusikan dalam lingkup akademik yang lebih luas.

Keikutsertaan ini mendukung pencapaian indikator kinerja institusi, khususnya dalam aspek rekognisi dosen pada forum ilmiah internasional, publikasi ilmiah internasional, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset global, serta kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.

Dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs), substansi penelitian memiliki keterkaitan dengan SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam kajian arsitektur, SDG 11 – Sustainable Cities and Communities melalui pendekatan terhadap kota, identitas tempat, dan pariwisata berkelanjutan, serta SDG 17 – Partnerships for the Goals melalui kolaborasi riset dan pertukaran pengetahuan di tingkat internasional.

Melalui partisipasi dalam ISAIA 2026, Fakultas Teknik USU terus mendorong peningkatan rekognisi akademik internasional, penguatan kolaborasi penelitian, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam forum ilmiah global. Kegiatan ini sekaligus memperluas kontribusi keilmuan arsitektur dari konteks lokal menuju diskursus akademik di tingkat Asia.