Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui penyampaian materi dan praktik langsung mengenai teknik budidaya maggot BSF, mulai dari pengenalan siklus hidup, persiapan media dan pakan, pemeliharaan, hingga proses pemanenan maggot. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga dan limbah pertanian sebagai sumber pakan yang dapat mendukung proses budidaya.
Pemanfaatan maggot BSF memiliki potensi untuk mendukung pengelolaan limbah organik secara lebih produktif. Selain menghasilkan maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan berprotein bagi ternak dan ikan, kegiatan budidaya juga menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung untuk kegiatan pertanian.
Melalui kegiatan ini, dosen Teknik Kimia USU berupaya mendorong penerapan pengetahuan dan teknologi yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan potensi lokal masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan budidaya maggot yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Kegiatan PkM ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan limbah organik secara produktif, serta SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui pengembangan keterampilan dan peluang ekonomi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap SDG 2: Zero Hunger melalui pemanfaatan maggot sebagai sumber pakan alternatif dalam mendukung sektor peternakan dan perikanan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Program Studi Teknik Kimia USU terus memperkuat kontribusinya dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya solusi berbasis potensi lokal yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi.