Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menghadapi permasalahan kualitas air pasca banjir. Kondisi pasca banjir dapat menyebabkan perubahan kualitas air akibat masuknya lumpur, padatan tersuspensi, bahan organik, serta berbagai kontaminan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengolahan air yang sederhana, efektif, dan dapat diterapkan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, tim dosen Teknik Kimia USU memperkenalkan teknologi filtrasi bertingkat sebagai salah satu metode pengolahan air yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas air. Sistem filtrasi dirancang melalui beberapa tahapan penyaringan dengan media yang memiliki fungsi berbeda, sehingga proses pengolahan dapat dilakukan secara bertahap untuk mengurangi kekeruhan dan pengotor dalam air.
Selain memberikan pemahaman mengenai prinsip dan fungsi filtrasi bertingkat, kegiatan juga dilakukan melalui demonstrasi dan praktik agar masyarakat dapat memahami cara pengoperasian serta pemeliharaan sistem filtrasi. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menyediakan air yang lebih layak untuk kebutuhan sehari-hari serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi permasalahan kualitas air setelah terjadi bencana banjir.
Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi Teknik Kimia untuk menjawab permasalahan nyata di masyarakat. Kehadiran teknologi yang sederhana dan aplikatif diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Padang Tualang serta mendukung upaya pemulihan pasca banjir secara berkelanjutan.
Kegiatan ini secara langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui upaya peningkatan akses dan ketersediaan air yang lebih berkualitas bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena ketersediaan air yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Dari aspek ketangguhan masyarakat terhadap bencana, kegiatan ini turut mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap dampak bencana dan gangguan lingkungan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Program Studi Teknik Kimia USU terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam penyelesaian persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat melalui inovasi teknologi yang sederhana, tepat guna, dan berkelanjutan.