MEDAN, USU | Dosen Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara (USU), Edi Yasa Ardiansyah, mengikuti kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Massive Open Online Courses (MOOC) USU Batch 1 Tahun 2026 pada 9–11 September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Digitalisasi Pembelajaran Universitas Sumatera Utara (DitDP USU) ini berlangsung di Gedung DLCB Lantai 4, Smart Classroom, sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Direktorat Digitalisasi Pembelajaran USU, Dr. Ir. Tigor Hamonangan Nasution, S.T., M.T., IPM. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dan program studi dalam mengembangkan materi pembelajaran digital yang terstruktur, interaktif, dan dapat diakses secara fleksibel melalui platform MOOC USU .

Melalui program Open Learning dan Open Course Ware, DitDP USU mendorong pengembangan kursus daring terbuka dan konten pembelajaran digital untuk menjawab kebutuhan pendidikan tinggi pada era perkembangan teknologi. Pelatihan dan pendampingan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan digital di lingkungan USU.
Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam beberapa batch dengan melibatkan perwakilan dosen dari berbagai fakultas dan program studi. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas partisipasi sivitas akademika dalam pengembangan pembelajaran digital serta meningkatkan kapasitas dosen untuk merancang pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Selama pelatihan, peserta mempelajari konsep dasar MOOC, penyusunan rancangan course atau mata kuliah daring, serta pengembangan modul dan konten pembelajaran. Materi juga mencakup penyusunan bahan ajar interaktif, perancangan sistem evaluasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran yang fleksibel.
Penguasaan materi tersebut memberikan landasan bagi dosen untuk mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong keterlibatan mahasiswa, kemandirian belajar, dan evaluasi capaian pembelajaran secara terstruktur. Dalam konteks Program Studi Teknik Pertambangan, MOOC berpotensi mendukung penyajian materi teknis melalui kombinasi teks, video, ilustrasi, simulasi, dan evaluasi daring.
Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Pengembangan pembelajaran digital melalui MOOC USU memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keterkaitan tersebut terutama terlihat pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pendidikan inklusif, adil, dan berkualitas serta kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.
Melalui penyediaan konten pembelajaran digital, MOOC berpotensi memperluas akses terhadap sumber belajar dan memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk mempelajari materi sesuai kebutuhan. Inisiatif ini juga sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk mendorong inovasi dalam metode pembelajaran serta pengembangan infrastruktur pendidikan berbasis teknologi.
Selain itu, program ini memiliki relevansi dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, terutama melalui potensi perluasan akses terhadap materi pembelajaran bagi peserta didik dengan kondisi dan kebutuhan belajar yang beragam. Namun, kontribusi tersebut bergantung pada ketersediaan infrastruktur digital, akses internet, serta desain pembelajaran yang memperhatikan prinsip inklusivitas.
Keikutsertaan Edi Yasa Ardiansyah dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan kompetensi dosen untuk mendukung inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Pengembangan MOOC diharapkan dapat memperkaya metode pembelajaran di Program Studi Teknik Pertambangan sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan USU.
Melalui pelatihan dan pendampingan ini, USU terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Pengembangan pembelajaran digital tidak hanya menjadi bagian dari transformasi teknologi pendidikan tinggi, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas akses pengetahuan dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan berkualitas.