Medan - 03 November 2026, Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, menginisiasi kerja sama dengan Program Magister Arsitektur, Fakultas Teknik USU dalam pengembangan kajian akademik dan pelestarian kawasan bersejarah Kesultanan Deli yang dihadiri oleh mahasiswa Program Sarjana dan Magister Arsitektur serta Kaprodi dan dosen-dosen Arsitektur USU.
Kerja sama tersebut berfokus pada pengembangan Segitiga Emas Kota Matsum, yang mencakup tiga warisan penting Kesultanan Deli, yaitu Istana Maimun, Masjid Raya, dan Taman Sri Deli. Ketiga kawasan ini memiliki keterkaitan sejarah, arsitektur, dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Medan.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan Deli XIV menawarkan dukungan melalui berbagi pengetahuan dan informasi mengenai sejarah serta perkembangan kawasan Segitiga Emas. Pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi materi bagi dosen-dosen Arsitektur USU dalam mengembangkan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sultan juga menyampaikan kesediaannya untuk memberikan kuliah tamu secara berkala bagi mahasiswa Program Sarjana dan Magister Arsitektur.
Sebagai bentuk kontribusi akademik, Program Studi Sarjana dan Magister Arsitektur USU akan menindaklanjuti inisiasi tersebut melalui penyelenggaraan studio perancangan yang mengambil kawasan Segitiga Emas Kota Matsum sebagai objek kajian. Melalui studio ini, mahasiswa akan mengeksplorasi karakteristik kawasan, hubungan antara bangunan dan ruang publik, serta alternatif pengembangan kawasan yang tetap memperhatikan nilai sejarah, arsitektur, dan identitas budaya Melayu.

Sekretaris Program Studi Magister Arsitektur USU, Dr. Salmina W. Ginting, menyambut baik inisiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan peluang penting untuk menghubungkan pengetahuan historis dan kultural Kesultanan Deli dengan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan akademik, sekaligus berkontribusi pada pemenuhan SDG 4 dan SDG 11. Keterlibatan langsung Kesultanan akan memperkaya perspektif dosen dan mahasiswa dalam memahami warisan arsitektur, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan gagasan perancangan yang berangkat dari konteks sejarah dan budaya lokal.
Inisiasi kerja sama ini diharapkan menjadi awal kemitraan berkelanjutan antara Kesultanan Deli dan Fakultas Teknik USU. Melalui kolaborasi tersebut, kawasan Segitiga Emas Kota Matsum diharapkan dapat menjadi laboratorium pembelajaran, penelitian, dan pengembangan gagasan arsitektur yang berkontribusi bagi pelestarian warisan budaya serta pengembangan kawasan bersejarah Kota Medan.