Dalam opini berjudul “Ketika Sampah Tak Lagi Berakhir di TPA: Menjemput Energi dari Limbah Plastik dan Ampas Kopi”, Prof. Dr. Ir. Renita Manurung, M.T. mengulas penelitian tim Universitas Sumatera Utara (USU) mengenai pemanfaatan limbah plastik dan ampas kopi. Tim yang dipimpinnya memperoleh pendanaan Program Penelitian Disertasi Doktor Hibah BIMA tahun 2025 untuk penelitian mahasiswa program doktor yang diselesaikan pada 2026.

Pengembangan tersebut merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang telah menghasilkan alat pirolisis berbasis gelombang mikro. Pengujian dilakukan untuk memperoleh komposisi campuran limbah, daya pemanasan, serta kondisi operasi yang sesuai agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik. Tahapan ini menjadi penting karena pengembangan teknologi tidak berhenti pada pembuktian konsep, tetapi memerlukan pengujian kinerja dan konsistensi untuk menentukan kondisi operasi yang optimal.

Proses pirolisis dalam penelitian tersebut diarahkan menghasilkan tiga kelompok produk, yaitu minyak pirolisis, biochar, dan gas. Minyak pirolisis berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kebutuhan industri dengan karakteristik yang diarahkan agar dapat disetarakan dengan bahan bakar solar. Biochar berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan penyerap zat pencemar, sementara gas hasil proses dapat digunakan kembali sebagai sumber panas. Dengan pendekatan tersebut, penelitian tidak hanya berorientasi pada konversi sampah menjadi minyak, tetapi berupaya memanfaatkan berbagai produk yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah.

Pendekatan ini memperlihatkan prinsip ekonomi sirkular dengan menempatkan limbah sebagai bagian dari rantai nilai, bukan sekadar residu yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Namun, opini tersebut menegaskan bahwa hasil laboratorium belum berarti teknologi siap diterapkan secara massal karena efisiensi skala besar, biaya, konsistensi produk, emisi, keselamatan, dan kelayakan ekonomi masih perlu dikaji.

Gagasan ini paling kuat mendukung SDG 12—Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali limbah. Potensi sumber energi alternatif berkaitan dengan SDG 7—Energi Bersih dan Terjangkau, sedangkan pengembangan teknologi pirolisis mendukung SDG 9—Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; seluruh kontribusi tersebut tetap ditempatkan sebagai potensi penelitian.

FT USU berkomitmen mendorong riset yang menghubungkan inovasi laboratorium dengan persoalan energi dan lingkungan. Pengembangan lebih lanjut, pengujian komprehensif, serta kerja sama dengan masyarakat dan industri diperlukan agar teknologi dapat bergerak menuju penerapan yang efisien, aman, ekonomis, dan berkelanjutan.