Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan aplikatif. Salah satu praktik menarik diterapkan dalam mata kuliah Geologi Dasar yang diampu oleh Ir. Gustam Lubis, ST., MT., Ph.D. Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa diajak memahami struktur internal bumi dengan media sederhana namun sangat efektif: telur rebus yang dibelah.

Dalam sesi pembelajaran tersebut, setiap mahasiswa diminta membawa telur yang telah direbus matang. Telur kemudian dibelah secara vertikal maupun horizontal. Melalui pengamatan langsung terhadap belahan telur, mahasiswa dapat mengidentifikasi analogi struktur bumi. Kulit telur merepresentasikan kerak bumi (crust) yang relatif tipis dan rapuh. Bagian putih telur melambangkan mantel bumi yang lebih tebal, sementara kuning telur menggambarkan inti bumi (core) yang padat.

Menurut Ir. Gustam Lubis, ST., MT., Ph.D., metode ini dirancang untuk menjembatani konsep abstrak geologi dengan pengalaman konkret mahasiswa. “Struktur bumi sulit divisualisasikan hanya melalui gambar dua dimensi di buku teks. Dengan menggunakan telur, mahasiswa dapat melihat, memegang, dan membandingkan ketebalan serta sifat setiap lapisan secara langsung. Pendekatan ini mempermudah pemahaman tentang densitas, komposisi, dan dinamika internal bumi yang sangat relevan bagi calon insinyur pertambangan,” jelasnya.

Pembelajaran interaktif ini tidak hanya terbatas pada observasi visual. Mahasiswa juga diajak mendiskusikan implikasi struktur bumi terhadap proses geologi yang berhubungan dengan pertambangan, seperti pembentukan endapan mineral, aktivitas tektonik, serta karakteristik batuan di berbagai kedalaman. Diskusi kelas dilanjutkan dengan analisis bagaimana pemahaman struktur bumi membantu dalam perencanaan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral yang lebih aman dan efisien.

Metode analogi telur ini sejalan dengan prinsip pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang kini semakin banyak diterapkan di pendidikan tinggi teknik. Dengan melibatkan indera dan aktivitas fisik sederhana, pemahaman konseptual mahasiswa terhadap ilmu geologi dasar menjadi lebih kuat dan tahan lama. Hal ini penting mengingat geologi merupakan fondasi utama bagi mahasiswa Teknik Pertambangan dalam memahami karakteristik batuan, struktur geologi, serta proses pembentukan sumber daya mineral.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik USU. Banyak di antaranya menyatakan bahwa pendekatan praktis tersebut membuat materi yang sebelumnya terasa abstrak menjadi lebih mudah dipahami dan diingat. Ir. Gustam Lubis menambahkan bahwa ke depan, pembelajaran interaktif serupa akan terus dikembangkan dengan memanfaatkan benda-benda sehari-hari lainnya yang relevan dengan konsep geologi dan pertambangan.

Melalui inovasi pembelajaran seperti ini, Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam dan aplikatif terhadap fenomena geologi yang menjadi dasar profesionalisme di bidang pertambangan.