MEDAN, 7 September 2026 | Pimpinan dan dosen Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) menggelar rapat koordinasi bersama staf Fakultas Teknik USU dalam rangka membahas penyusunan Draft Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA) terkait rencana kerja sama dengan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Sawahlunto, Sumatera Barat.

Kegiatan berlangsung pada Senin, 7 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik USU. Rapat tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan substansi dan mekanisme kerja sama antarlembaga, khususnya dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor pertambangan.

Rapat koordinasi dihadiri oleh perwakilan staf Fakultas Teknik USU, yaitu Lenny Anggrina, S. Sos., Puteri Ananda Br Sembiring, S.H., dan Amar Husin, S.T. Sementara itu, dari Program Studi Teknik Pertambangan hadir Dr. Adri Huda, S.Si., Heri Adhahari, S.T., M.T., dan Edi Yasa Ardiansyah, S.T., M.T.

Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan Draft MoU dan IA agar rencana kerja sama memiliki ruang lingkup yang jelas serta dapat diterjemahkan ke dalam berbagai program kegiatan yang konkret. Dokumen tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan kerja sama antara Fakultas Teknik USU dengan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah ESDM Sawahlunto.

Perkuat Kompetensi Pertambangan Bawah Tanah

Rencana kerja sama ini memiliki nilai strategis bagi Program Studi Teknik Pertambangan FT USU, terutama dalam pengembangan kompetensi pada bidang sistem penambangan bawah tanah.

Balai Diklat Tambang Bawah Tanah ESDM Sawahlunto memiliki kekhususan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan pertambangan bawah tanah. Keberadaan lembaga pendidikan dan pelatihan milik Kementerian ESDM RI tersebut menjadi peluang penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan kompetensi mahasiswa maupun tenaga pendidik di bidang pertambangan bawah tanah.

Melalui kerja sama yang dirancang, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan FT USU diharapkan dapat memperoleh kesempatan untuk memperluas pengalaman pembelajaran melalui kegiatan yang bersifat aplikatif. Pembelajaran tersebut dapat melengkapi pemahaman teoritis yang diperoleh di lingkungan kampus dengan pengetahuan dan pengalaman yang berkaitan dengan praktik pertambangan bawah tanah.

Selain pengembangan kompetensi mahasiswa, kerja sama juga berpotensi mendukung peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan, workshop, seminar, pertukaran pengetahuan, dan kegiatan akademik maupun profesional lainnya.

Dorong Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian

Ruang lingkup kerja sama juga diarahkan pada pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi penelitian dapat dikembangkan pada berbagai isu strategis pertambangan bawah tanah, seperti keselamatan dan kesehatan kerja, ventilasi tambang, geomekanika, metode penambangan, teknologi pertambangan, lingkungan pertambangan, manajemen risiko, hingga penerapan teknologi digital dalam kegiatan pertambangan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya penelitian terapan yang menjawab kebutuhan sektor pertambangan sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertambangan di Indonesia.

Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, kerja sama juga dapat diarahkan pada kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat, edukasi keselamatan pertambangan, pengembangan potensi wilayah, serta program lain yang relevan dengan kompetensi kedua institusi.

MoU dan IA sebagai Landasan Program Kolaborasi

Dalam rapat koordinasi tersebut, penyusunan MoU dan IA menjadi perhatian utama. MoU akan menjadi landasan umum kerja sama antarlembaga, sedangkan IA akan menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam program dan kegiatan yang lebih spesifik, terukur, dan dapat diimplementasikan.

Dengan demikian, kerja sama yang dirancang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen formal, tetapi dapat menghasilkan program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi, khususnya bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan pemangku kepentingan di bidang pertambangan.

Program Studi Teknik Pertambangan FT USU memandang kerja sama dengan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah ESDM Sawahlunto sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, pemerintah, lembaga pelatihan, dan dunia pertambangan.

Melalui sinergi tersebut, FT USU diharapkan dapat semakin memperkuat pengembangan sumber daya manusia pertambangan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan teknis, pemahaman terhadap keselamatan kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertambangan.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Program Studi Teknik Pertambangan FT USU pada 7 September 2026 tersebut menjadi tahapan awal dalam mematangkan rencana kerja sama. Selanjutnya, hasil pembahasan akan menjadi bahan penyempurnaan Draft MoU dan IA sebelum memasuki tahapan berikutnya sesuai mekanisme kerja sama di lingkungan Universitas Sumatera Utara.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi pertambangan bawah tanah, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia pertambangan Indonesia yang profesional, kompeten, mengutamakan keselamatan, dan mampu menjawab kebutuhan industri pertambangan masa depan.