KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA | Dosen Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara (USU), Edi Yasa Ardiansyah, S.T., M.T., melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui inspeksi produktivitas dan kualitas sumur bor dalam di Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk penerapan keilmuan dan kompetensi Teknik Pertambangan dalam mendukung penyediaan sumber air bagi masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian. Sumur bor yang menjadi objek inspeksi merupakan bagian dari proyek penyediaan air untuk kebutuhan pertanian dalam program Kementerian Pekerjaan Umum.

Inspeksi dilakukan untuk memastikan pekerjaan sumur bor telah memenuhi standar dan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh pemberi pekerjaan. Pemeriksaan juga bertujuan memastikan sumber air yang dibangun dapat berfungsi secara optimal sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.

Memastikan Infrastruktur Air Berfungsi Optimal

Dalam kegiatan lapangan, Edi Yasa Ardiansyah melakukan pemeriksaan langsung terhadap instalasi sumur bor dan peralatan pendukungnya. Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati kondisi fisik instalasi, sistem perpipaan, proses keluarnya air, serta produktivitas sumur.

Dokumentasi kegiatan menunjukkan proses pemeriksaan pada bagian instalasi sumur bor yang dilakukan secara langsung di lokasi. Tim juga mengamati aliran air yang keluar dari sumur dan melakukan penampungan air sebagai bagian dari evaluasi produktivitas.

Menurut Edi Yasa Ardiansyah, keberhasilan pembangunan sumur bor tidak hanya ditentukan oleh tercapainya kedalaman pemboran.

“Sumur bor tidak cukup hanya selesai dibor. Kita perlu memastikan produktivitas, kondisi konstruksi, dan kualitas airnya sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

Mendukung Pertanian dan Swasembada Pangan

Ketersediaan air memiliki peran penting dalam keberlanjutan kegiatan pertanian di Kabupaten Karo. Air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya dan produktivitas pertanian.

Pembangunan sumur bor menjadi salah satu alternatif untuk menyediakan sumber air yang dapat mendukung kebutuhan pertanian masyarakat. Karena itu, pemeriksaan produktivitas dan kualitas sumur menjadi penting untuk memastikan infrastruktur tersebut dapat berfungsi sesuai dengan tujuan pembangunannya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini sekaligus menjadi salah satu upaya untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ketersediaan infrastruktur sumber air yang memadai di kawasan pertanian diharapkan dapat memperkuat produktivitas pertanian, meningkatkan keandalan pasokan air, serta mendukung keberlanjutan produksi pangan.

Dukungan terhadap swasembada pangan tidak hanya membutuhkan peningkatan produksi pertanian, tetapi juga infrastruktur pendukung yang memadai. Dalam konteks tersebut, penyediaan sumber air menjadi bagian penting untuk memperkuat kapasitas produksi pertanian di tingkat daerah.

Penerapan Keahlian Teknik Pertambangan

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan kompetensi Teknik Pertambangan dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Keahlian di bidang teknik pemboran, evaluasi lubang bor, karakterisasi kondisi bawah permukaan, serta pengujian produktivitas sumur diterapkan secara langsung dalam kegiatan lapangan.

Keterlibatan dosen juga memberikan nilai tambah dalam proses evaluasi karena kondisi aktual sumur dapat ditinjau berdasarkan pendekatan teknis dan akademik. Hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus menentukan langkah pemeliharaan apabila diperlukan.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keilmuan Teknik Pertambangan memiliki penerapan yang luas. Kompetensi teknik pemboran tidak hanya digunakan dalam eksplorasi sumber daya mineral, tetapi juga dapat diterapkan dalam pembangunan dan evaluasi sumur air untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Menjaga Keberlanjutan Sumber Air

Pengabdian masyarakat melalui inspeksi sumur bor juga memiliki manfaat jangka panjang. Infrastruktur air membutuhkan pemantauan dan pemeliharaan agar dapat berfungsi secara optimal selama masa pemanfaatannya.

Pemantauan terhadap debit, kondisi pompa, sistem perpipaan, muka air, dan kualitas air dapat membantu mengetahui perubahan kinerja sumur. Apabila terjadi penurunan produktivitas atau perubahan kualitas air, tindakan perbaikan dapat dilakukan lebih awal.

Pendekatan tersebut penting untuk memastikan pemanfaatan sumber daya air dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, sumber air yang telah dibangun diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Wujud Tridharma Perguruan Tinggi

Kegiatan yang dilakukan Edi Yasa Ardiansyah merupakan bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kompetensi akademik dan profesional dosen diterapkan secara langsung untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sumber daya air dan sektor pertanian.

Selain mendukung SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, karena penyediaan air untuk pertanian berkaitan langsung dengan keberlanjutan produksi pangan.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan sumur bor tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan pemboran, tetapi dari kemampuan sumber air tersebut untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendukung produktivitas pertanian, dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan serta swasembada pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik USU terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan agenda pembangunan nasional.