NEW YORK, Amerika Serikat | Dosen Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU), Dr. Adri Huda,S.Si menjadi salah satu anggota peneliti FT USU yang memaparkan hasil riset pada forum internasional “Materials for Renewable Energy and Additive Manufacturing: Next Frontiers for Recycling and Machine Learning” yang diselenggarakan di SUNY Polytechnic Institute, New York, Amerika Serikat.
Dalam forum tersebut, Dr. Adri Huda, S.Si mempresentasikan hasil riset bertajuk “Recycling of Carbon Materials for Lithium-ion Battery and 3D Printing Metal Manufacturing”. Riset ini mengangkat potensi pemulihan atau carbon recovery dari berbagai sumber material karbon berbasis limbah di Indonesia untuk dikembangkan menjadi material bernilai tambah, khususnya untuk mendukung teknologi penyimpanan energi.
Sebagai dosen dan peneliti dari Program Studi Teknik Pertambangan FT USU, Dr. Adri Huda, S.Si memaparkan bahwa Indonesia memiliki sumber material karbon yang sangat beragam dan berpotensi untuk dimanfaatkan kembali melalui pendekatan teknologi yang tepat.
Beberapa sumber karbon yang menjadi bagian dari riset tersebut meliputi biomassa, char hasil pirolisis sampah plastik dari TPST USU, serta material dari proses daur ulang spent lithium-ion battery (LIB) yang berasal dari kendaraan listrik (electric vehicle) dan perangkat elektronik.
Dalam presentasinya, Dr. Adri Huda, S.Si menjelaskan bahwa material karbon berbasis limbah dapat melalui proses pemulihan dan pengolahan sehingga memiliki karakteristik yang sesuai untuk aplikasi teknologi energi.
Riset tersebut menggunakan sejumlah pendekatan untuk melakukan proses recovery, antara lain hydrothermal, thermochemical, dan hydrometallurgy. Pemilihan metode dilakukan berdasarkan karakteristik sumber material dan jenis material yang ingin diperoleh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa material karbon yang berhasil direcovery memiliki kemampuan yang baik ketika digunakan sebagai material penyimpan energi (energy storage material).
Menariknya, sejumlah material hasil carbon recovery menunjukkan performa yang cukup kompetitif dibandingkan dengan graphite komersial yang banyak digunakan sebagai material anoda pada baterai lithium-ion.
Temuan tersebut menjadi salah satu aspek penting dari riset yang dipaparkan Dr. Adri Huda, S.Si Dimana mMaterial yang sebelumnya berada dalam kategori limbah ternyata masih memiliki potensi untuk dikembalikan menjadi material fungsional melalui proses pemulihan yang relatif sederhana dan ekonomis.
“Pendekatan carbon recovery memberikan peluang untuk mengubah material berbasis limbah menjadi material bernilai tambah. Dengan teknologi yang tepat, material tersebut dapat kembali dimanfaatkan untuk aplikasi energi,” menjadi gagasan utama yang disampaikan dalam pemaparan riset tersebut.
Pengembangan teknologi ini juga memiliki relevansi yang kuat dengan konsep circular economy, karena mengintegrasikan proses pengelolaan limbah, pemulihan material, dan pemanfaatan kembali sumber daya untuk menghasilkan produk atau material baru.
Sebagai bagian dari hilirisasi hasil penelitian, US Patent sedang dipersiapkan sebagai salah satu luaran dari pengembangan teknologi tersebut.
Riset FT USU Dorong Pemanfaatan Limbah untuk Transisi Energi
Keikutsertaan Dr. Adri Huda dalam forum internasional ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga memperkenalkan potensi sumber daya dan limbah Indonesia dalam pengembangan teknologi material untuk energi masa depan.
Dari perspektif keilmuan Teknik Pertambangan, pengembangan carbon recovery memiliki keterkaitan dengan upaya memperluas paradigma pemanfaatan sumber daya. Material yang sebelumnya dipandang sebagai residu dapat dikaji kembali sebagai sumber bahan baku sekunder melalui pendekatan teknologi dan rekayasa material.
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap material untuk baterai lithium-ion, kendaraan listrik, penyimpanan energi, dan teknologi energi terbarukan.
Melalui riset ini, Dr. Adri Huda dan tim FT USU berupaya menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan teknologi masa depan, khususnya dalam pengembangan material berkelanjutan yang berasal dari sumber daya sekunder.
Dalam workshop yang sama, kontribusi FT USU juga diperkuat oleh Reisya Ichwani, S.Si., M.SC. Ph.D. dari Program Studi Teknik Mesin, yang turut memaparkan penelitian terkait carbon recovery dan pengembangan material untuk aplikasi energi.
Sementara itu, Akbar Gading Harahap, M.T. dari Program Studi Teknik Industri FT USU, menyampaikan paparan mengenai potensi pengembangan proses manufaktur material logam berbasis 3D printing technology atau additive manufacturing.
Teknologi tersebut berpotensi digunakan untuk menghasilkan berbagai produk berbasis logam, termasuk spesimen dengan desain khusus yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan industri maupun aplikasi medis.
Kehadiran para dosen dan peneliti FT USU dalam forum tersebut menunjukkan kontribusi lintas disiplin Fakultas Teknik dalam pengembangan teknologi material, energi, recycling, dan manufaktur maju.
Dihadiri Pimpinan dan Peneliti SUNY Polytechnic Institute
Workshop “Materials for Renewable Energy and Additive Manufacturing: Next Frontiers for Recycling and Machine Learning” difasilitasi oleh State University of New York (SUNY) Polytechnic Institute melalui Global Center for Advanced Manufacturing.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden SUNY Polytechnic Institute, Prof. Winston Soboyejo, Provost SUNY Polytechnic Institute, Prof. Andrew Russell, profesor dari berbagai disiplin ilmu, peneliti, peserta postdoctoral program, serta mahasiswa program pascasarjana.
Selain peneliti FT USU, forum internasional tersebut juga menghadirkan peneliti dari berbagai negara.
Joseph Bioh Oti dari University of Energy and Natural Resources (UENR), Ghana, mempresentasikan topik “Machine Learning and SCAPS Modeling for the Design of Next Generation Perovskite Solar Cells”.
Sementara itu, Bernice Abraham dari African University of Science and Technology (AUST), Nigeria, membawakan topik “Machine Learning for the Design of Electrolytes for All Solid-State Lithium-Ion Batteries”.
Berbagai topik tersebut memperlihatkan perkembangan riset yang semakin mengintegrasikan recycling, advanced materials, renewable energy, additive manufacturing, dan machine learning untuk menjawab kebutuhan teknologi masa depan.
Memperkuat Kiprah Teknik Pertambangan FT USU di Tingkat Internasional
Partisipasi Dr. Adri Huda S.Si sebagai dosen Program Studi Teknik Pertambangan FT USU dalam forum internasional di SUNY Polytechnic Institute menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi akademik dan riset Fakultas Teknik USU di tingkat global.
Melalui riset carbon recovery, Dr. Adri Huda S.Si bersama tim menunjukkan bahwa pendekatan rekayasa dan pemanfaatan teknologi dapat membuka peluang baru dalam mengolah sumber material berbasis limbah menjadi material bernilai tambah.
Riset tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi energi tidak hanya bergantung pada pencarian sumber daya baru, tetapi juga dapat dilakukan melalui pemulihan, daur ulang, dan pemanfaatan kembali material yang telah digunakan.
Ke depan, pengembangan riset carbon recovery diharapkan dapat terus diarahkan pada peningkatan performa material, efisiensi proses, pengembangan prototipe, serta hilirisasi teknologi sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi sirkular, teknologi baterai, energi berkelanjutan, dan industri masa depan.
Kehadiran Dr. Adri Huda S.Si di forum akademik internasional tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi dosen dan peneliti FT USU dalam membawa hasil riset berbasis sumber daya Indonesia ke tingkat internasional.