MEDAN, 20 September 2026 | Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT-USU) menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dan industri pertambangan melalui kegiatan “DPM Goes to Campus” yang diselenggarakan oleh PT Dairi Prima Mineral (DPM), Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Teknik USU tersebut dikemas dalam bentuk kuliah umum dengan menghadirkan sejumlah tenaga ahli PT Dairi Prima Mineral untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan mengenai aktivitas pertambangan yang dilakukan perusahaan.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 200 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi di Fakultas Teknik USU, meliputi Teknik Pertambangan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia.
Keterlibatan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menunjukkan bahwa industri pertambangan membutuhkan pendekatan multidisiplin. Aktivitas pertambangan tidak hanya berkaitan dengan proses penambangan, tetapi juga membutuhkan dukungan keahlian di bidang konstruksi, mekanikal, kelistrikan, lingkungan, keselamatan kerja, pengolahan, hingga pengelolaan sumber daya.
Dibuka Dekan Fakultas Teknik USU
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik USU, Prof. Dr. Ir. Renita Manurung, M.T. Turut hadir Wakil Dekan PKK (Pendidikan,Kemahasiswaan dan Kealumnian) merangkap Plt. Ketua Program Studi Teknik Pertambangan USU, Prof. Dr. Ir. Rosdanelli Hasibuan, M.T., Wakil Dekan P2KI (Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama dan Internasionalisasi) Dr. Zaid Perdana., S.T.,M.T., Ph.D, Ketua Program Studi Teknik Sipil, Dr. Ir. Ika Puji Hastuty, S.T., M.T., IPM, serta Sekretaris Program Studi Teknik Pertambangan, Edi Yasa Ardiansyah.
Sejumlah dosen Program Studi Teknik Pertambangan juga hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Dr. Ir. Munir Tanjung.,M.M, Dr. Adri Huda, S.Si., Heri Adadhari, S.T., M.T., dan Ir. Gustam Lubis, S.T., M.T. Ph.D

Dari pihak PT Dairi Prima Mineral, kegiatan dihadiri oleh Mr. David Liang Shuang (External Manager PT. Dairi Prima Mineral), Baiq Idayani (Deputy External Manager), Widianto (Technical Manager), Betman Hutabarat (Mine Engineer), Lavran W. Manik (Senior Supervisor HSE), serta sejumlah staf perusahaan.
Kehadiran unsur pimpinan fakultas, program studi, dosen, mahasiswa, dan tenaga ahli perusahaan menjadikan kegiatan tersebut sebagai forum dialog yang mempertemukan perspektif akademik dan pengalaman praktis industri.
DPM Membuka Ruang Dialog dengan Mahasiswa
Dalam sambutannya, Liang Shuang menyampaikan bahwa kegiatan DPM Goes to Campus tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan perusahaan kepada mahasiswa dan sivitas akademika.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk membuka ruang dialog, bertukar pengalaman, serta mendengarkan perspektif akademisi dan mahasiswa mengenai perkembangan dan masa depan pertambangan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda untuk memperkenalkan perusahaan. Lebih dari itu, ini merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk membuka ruang dialog, bertukar pengalaman, dan mendengarkan perspektif akademis serta mahasiswa mengenai masa depan pertambangan di Indonesia secara umum dan di Sumatera Utara khususnya,” ujar Liang Shuang.
Pernyataan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dalam dialog mengenai masa depan industri pertambangan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai aktivitas industri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, dan perspektif akademik mengenai perkembangan sektor pertambangan.
Tenaga Ahli DPM Berbagi Pengalaman Industri
Dalam sesi kuliah umum, para tenaga ahli PT Dairi Prima Mineral menyampaikan materi mengenai aktivitas pertambangan yang dilakukan perusahaan.
Penyampaian materi oleh praktisi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bagaimana konsep dan teori yang dipelajari di ruang kuliah diterapkan dalam lingkungan kerja pertambangan.
Materi yang disampaikan juga memberikan gambaran mengenai kebutuhan kompetensi profesional dalam industri pertambangan. Mahasiswa dapat memperoleh pemahaman mengenai tantangan yang dihadapi industri serta pentingnya kemampuan teknis, keselamatan dan kesehatan kerja, pengelolaan lingkungan, komunikasi, dan kemampuan bekerja secara multidisiplin.
Bagi mahasiswa Teknik, interaksi dengan praktisi industri menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang dapat memperkaya pengalaman akademik. Sementara bagi mahasiswa dari program studi lainnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa industri pertambangan merupakan ekosistem yang melibatkan berbagai bidang keilmuan teknik.
Mahasiswa Teknik Pertambangan Menjadi Penggerak Kegiatan
Salah satu aspek penting dalam kegiatan DPM Goes to Campus adalah keterlibatan aktif mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan FT-USU sebagai pelaksana kegiatan.
Mahasiswa terlibat dalam proses persiapan dan pengorganisasian kegiatan, mulai dari koordinasi, komunikasi dengan pihak perusahaan dan fakultas, persiapan teknis kegiatan, hingga pelaksanaan acara.
Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman organisasi sekaligus pengalaman profesional kepada mahasiswa. Mereka belajar membangun komunikasi dengan pihak industri, mengelola kegiatan yang melibatkan peserta dalam jumlah besar, serta bekerja dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan kegiatan.
Model keterlibatan tersebut juga memperkuat pembelajaran di luar ruang kelas. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan soft skills, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, manajemen kegiatan, dan kemampuan membangun jejaring profesional.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan perusahaan ke lingkungan kampus, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengambil peran sebagai penghubung antara lingkungan akademik dan dunia industri.
Memperkenalkan Program Studi Teknik Pertambangan USU kepada Industri
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula presentasi mengenai Program Studi Teknik Pertambangan USU yang disampaikan oleh Edi Yasa Ardiansyah.

Presentasi tersebut bertujuan memperkenalkan Program Studi Teknik di Fakultas Teknik-USU kepada pihak PT Dairi Prima Mineral, khususnya mengenai keberadaan program studi Teknik Pertambangan yang relatif baru di lingkungan Fakultas Teknik USU.
Pemaparan mencakup profil dan arah pengembangan Program Studi Teknik Pertambangan serta peran program studi dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang pertambangan.
Pengenalan program studi kepada dunia industri menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi dan jejaring akademik. Hubungan tersebut diharapkan dapat berkembang ke dalam berbagai bentuk kegiatan kolaboratif yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, program studi, maupun perusahaan.
Menuju Kerja Sama yang Lebih Konkret
Kegiatan DPM Goes to Campus juga menjadi momentum awal untuk membangun komitmen sinergi antara PT Dairi Prima Mineral dan Fakultas Teknik USU.
Kedua pihak membuka peluang untuk menindaklanjuti komunikasi melalui berbagai bentuk kerja sama yang relevan dengan bidang pendidikan dan industri pertambangan.
Kerja sama tersebut ke depan dapat diarahkan pada kegiatan seperti kuliah praktisi, magang mahasiswa, pengembangan kompetensi, penelitian dan pengembangan, tugas akhir, seminar, pengembangan sumber daya manusia, serta kegiatan akademik lainnya sesuai kebutuhan dan kesepakatan kedua pihak.
Bagi perguruan tinggi, keterlibatan industri dapat memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Sementara bagi perusahaan, hubungan dengan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu ruang untuk berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekosistem pendidikan pertambangan di Sumatera Utara.
Sejalan dengan Agenda Sustainable Development Goals
Kegiatan DPM Goes to Campus juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Dari sisi pendidikan, kegiatan ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Pertemuan antara mahasiswa dan tenaga ahli industri memberikan ruang pembelajaran berbasis pengalaman serta memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia kerja.
Keterlibatan mahasiswa sebagai penyelenggara kegiatan juga mendukung pengembangan kompetensi nonteknis, seperti kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan manajemen kegiatan. Kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan profesional.
Kegiatan ini juga memiliki relevansi dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama melalui upaya memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. Interaksi langsung dengan praktisi industri membantu mahasiswa memahami kompetensi dan tuntutan profesional yang diperlukan dalam sektor pertambangan.
Dari aspek pengembangan industri dan pengetahuan, kegiatan tersebut berkaitan dengan SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur. Pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan industri dapat membuka ruang bagi pengembangan inovasi, peningkatan kompetensi teknis, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan industri pertambangan.
Sementara itu, aspek kemitraan menjadi bagian yang sangat menonjol melalui keterkaitan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Rencana tindak lanjut antara Fakultas Teknik USU dan PT Dairi Prima Mineral menunjukkan adanya upaya membangun hubungan yang lebih berkelanjutan antara institusi pendidikan tinggi dan dunia industri.
Aspek lingkungan dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab juga dapat dikaitkan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama apabila pengembangan kerja sama ke depan mencakup pembahasan mengenai efisiensi sumber daya, pengelolaan lingkungan, keselamatan, dan penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Membangun Masa Depan Pertambangan Sumatera Utara
DPM Goes to Campus menjadi lebih dari sekadar kegiatan kuliah umum. Pertemuan tersebut menjadi ruang bertemunya mahasiswa, akademisi, dan praktisi industri untuk membangun pemahaman bersama mengenai perkembangan sektor pertambangan.
Bagi Program Studi Teknik Pertambangan FT-USU yang masih berada dalam tahap pengembangan, interaksi dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam membangun identitas akademik sekaligus memperluas jejaring profesional.
Keterlibatan mahasiswa sebagai pengorganisasi kegiatan juga menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran aktif dalam membangun hubungan antara kampus dan industri. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk memahami bahwa profesi pertambangan tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan pemahaman terhadap prinsip keberlanjutan.
Dengan semangat kolaborasi, kegiatan DPM Goes to Campus diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara PT Dairi Prima Mineral dan Fakultas Teknik USU, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, dan sumber daya manusia pertambangan di Sumatera Utara.
Pada akhirnya, sinergi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap terbentuknya sumber daya manusia pertambangan yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan memiliki perspektif pembangunan berkelanjutan.