MEDAN, 20 September 2026 | Keberhasilan pelaksanaan “DPM Goes to Campus” di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) tidak terlepas dari keterlibatan aktif mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan. Mahasiswa Teknik Pertambangan angkatan 2026 terlibat langsung sejak tahap pra-pelaksanaan hingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dan juga mengundang sekitar 200 mahasiswa dari beberapa program studi di Fakultas Teknik.
Mahasiswa teknik pertambangan tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari tim pelaksana yang memastikan berbagai kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan baik. Seluruh mahasiswa mengambil peran sesuai dengan tugas masing-masing dan bekerja dalam satu sistem kepanitiaan yang dikoordinasikan oleh Brandon Timothea Boston Siahaan.

Sejak tahap persiapan, mahasiswa terlibat dalam koordinasi internal, komunikasi, penyiapan administrasi, perlengkapan, serta berbagai kebutuhan teknis kegiatan. Pada hari pelaksanaan, pembagian tugas mencakup antara lain master of ceremony (MC) yang dibawakan oleh Davyna Alexandra dan Marvel Sitorus, penerima tamu oleh Stevany, Luvitha Fayyadh, Siren Pasha, Nadin Natalia Br. S Kambaren, Nazla Ulya, Risky Suci. penyiapan dan distribusi konsumsi : David, Akuinas, Kris, dokumentasi : Purna Sarawarnan, publikasi, perlengkapan, administrasi, serta tugas pendukung lainnya.
Pembagian peran tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai bagaimana sebuah kegiatan yang melibatkan perguruan tinggi dan perusahaan dipersiapkan dan dijalankan secara profesional.
Belajar Mengelola Kegiatan Secara Profesional
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar ruang kelas. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai industri pertambangan melalui kuliah umum, tetapi juga belajar mengenai kepemimpinan, koordinasi, komunikasi, kerja tim, manajemen waktu, pelayanan tamu, dan pengelolaan kegiatan.



Koordinasi yang dilakukan sejak tahap pra-pelaksanaan juga mengajarkan mahasiswa bahwa keberhasilan sebuah kegiatan membutuhkan pembagian tugas yang jelas dan komunikasi yang konsisten antaranggota tim.
Setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab yang berbeda, tetapi seluruh tugas saling berkaitan. Petugas administrasi membutuhkan koordinasi dengan tim penerima tamu, tim perlengkapan harus memastikan kebutuhan teknis tersedia, sementara tim dokumentasi dan publikasi harus mengabadikan serta menyebarluaskan kegiatan. Demikian pula dengan MC dan petugas konsumsi yang berperan menjaga agar rangkaian acara berjalan sesuai dengan agenda.
Pola kerja tersebut memberikan pengalaman praktis mengenai pentingnya teamwork dan koordinasi lintas fungsi, kompetensi yang juga dibutuhkan mahasiswa ketika memasuki dunia kerja.
Mendapat Apresiasi dari Fakultas dan Perusahaan
Koordinasi dan keterlibatan mahasiswa dalam mendukung kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak perusahaan dan pimpinan Fakultas Teknik USU.
Dekan Fakultas Teknik USU, Prof. Dr. Ir. Renita Manurung, M.T., dan Wakil Dekan Pendidikan, Kemahasiswaan dan Kealumnian dan Plt. Ketua Program Studi Teknik Pertambangan Prof. Dr. Ir. Rosdanelli Hasibuan.,M.T memberikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa dalam mendukung terselenggaranya kegiatan. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran aktif dalam membangun komunikasi dan hubungan antara lingkungan akademik dengan dunia industri.
Dari sisi perusahaan, keterlibatan mahasiswa juga menciptakan suasana interaksi yang lebih terbuka antara industri dan generasi muda yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.
Bagi mahasiswa Teknik Pertambangan, kesempatan berinteraksi langsung dengan profesional PT Dairi Prima Mineral (DPM) menjadi ruang untuk mengenal lebih dekat dunia kerja, memahami kebutuhan industri, sekaligus membangun jaringan profesional sejak masih berada di bangku kuliah.
Membangun Networking dengan Dunia Industri
“DPM Goes to Campus” juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mulai membangun networking dengan perusahaan. Interaksi langsung dengan profesional industri memungkinkan mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kompetensi dan sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.
Networking yang terbentuk melalui kegiatan akademik seperti ini dapat menjadi modal sosial dan profesional bagi mahasiswa dalam mengembangkan karier di masa mendatang. Hubungan antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan perusahaan juga dapat membuka peluang untuk pengembangan kegiatan akademik dan profesional lainnya, seperti kuliah praktisi, magang, penelitian, pengembangan kompetensi, seminar, dan tugas akhir.
Keterlibatan mahasiswa tidak berhenti pada keberhasilan penyelenggaraan satu kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses membangun hubungan yang lebih luas antara Teknik Pertambangan USU dan industri pertambangan.
Menjadi Ruang Silaturahmi Ilmiah Mahasiswa Fakultas Teknik
Selain memberikan pengalaman organisasi dan networking, kegiatan “DPM Goes to Campus” juga menjadi ruang silaturahmi ilmiah bagi mahasiswa Fakultas Teknik USU.
Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai program studi, antara lain Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Teknik Pertambangan, dan Teknik Industri.

Pertemuan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tersebut menciptakan kesempatan untuk saling mengenal, bertukar perspektif, dan membangun komunikasi lintas program studi. Dalam lingkungan akademik yang memiliki beragam latar belakang keilmuan, interaksi seperti ini penting untuk membangun rasa kebersamaan dan kekompakan mahasiswa Fakultas Teknik.
Kegiatan bersama juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal rekan-rekan dari program studi lain di luar aktivitas perkuliahan masing-masing. Interaksi yang lebih luas diharapkan dapat memperkuat rasa saling menghargai, mengurangi potensi kesalahpahaman antarmahasiswa, serta membangun budaya akademik yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Belajar Bahwa Pertambangan Bersifat Multidisiplin
Kehadiran mahasiswa dari berbagai program studi juga memperlihatkan bahwa sektor pertambangan tidak dapat dipisahkan dari berbagai disiplin ilmu teknik.

Teknik Pertambangan berhubungan dengan perencanaan dan operasi tambang, tetapi kegiatan pertambangan juga membutuhkan dukungan Teknik Sipil dalam pembangunan infrastruktur, Teknik Mesin dan Teknik Elektro dalam peralatan serta sistem kelistrikan, Teknik Kimia dalam proses dan pengelolaan material, Teknik Lingkungan dalam pengelolaan dampak lingkungan, serta Teknik Industri dalam aspek efisiensi dan sistem kerja.
Perspektif multidisiplin tersebut menjadi penting bagi mahasiswa karena tantangan dunia kerja semakin membutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja bersama dengan profesi serta bidang keilmuan yang berbeda.
Melalui “DPM Goes to Campus”, mahasiswa tidak hanya belajar tentang industri pertambangan, tetapi juga mempraktikkan secara langsung bagaimana kolaborasi, komunikasi, dan kerja sama lintas disiplin dibangun.
Relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan “DPM Goes to Campus” memiliki relevansi dengan beberapa United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education dan SDG 17: Partnerships for the Goals.

Dari perspektif pendidikan, keterlibatan mahasiswa dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan memberikan pengalaman pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi yang melengkapi pembelajaran akademik, seperti komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, manajemen kegiatan, dan networking profesional. Hal tersebut sejalan dengan semangat SDG 4 dalam mendorong pendidikan yang berkualitas dan pengembangan kompetensi yang relevan.
Sementara itu, hubungan yang dibangun antara mahasiswa, Fakultas Teknik USU, dan PT DPM menunjukkan pentingnya kemitraan antara institusi pendidikan dan dunia industri. Interaksi tersebut relevan dengan SDG 17, khususnya dalam membangun kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan kapasitas, pengetahuan, dan peluang bagi generasi muda.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, karena memberikan mahasiswa pengalaman awal mengenai lingkungan profesional, kompetensi kerja, dan interaksi dengan dunia industri.
Dari Mahasiswa untuk Pembelajaran dan Kolaborasi
Keterlibatan mahasiswa Teknik Pertambangan angkatan 2026 menunjukkan bahwa kegiatan akademik dapat menjadi ruang pembelajaran yang lebih luas daripada sekadar mendengarkan materi di dalam kelas.
Melalui pembagian tugas, koordinasi, pelayanan peserta, komunikasi dengan perusahaan, hingga pengelolaan teknis kegiatan, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dalam bekerja sebagai sebuah tim.
Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi menjadikan “DPM Goes to Campus” bukan hanya sebagai kegiatan antara perusahaan dan satu program studi, tetapi sebagai forum yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan industri dalam satu ruang pembelajaran.
Bagi mahasiswa Teknik Pertambangan USU, pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk membangun profesionalisme, memperluas jaringan, dan memahami bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun hubungan dengan berbagai pihak.
Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi dunia profesional sekaligus mampu menjadi bagian dari generasi muda yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan pembangunan sektor pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.