MEDAN, 20 September 2026 | Komitmen membangun kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri ditandai dengan kegiatan penanaman pohon secara simbolis di depan Auditorium Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU), Rabu (16/9/2026).

Penanaman pohon tersebut dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik USU, Prof. Dr. Ir. Renita Manurung, M.T., bersama External Relations Manager PT Dairi Prima Mineral (DPM), Liang Shuang, sebelum pelaksanaan kuliah umum dalam rangkaian program “DPM Goes to Campus”.

Kegiatan ini disaksikan oleh jajaran pimpinan fakultas, pimpinan program studi, dosen, perwakilan PT DPM, serta mahasiswa Fakultas Teknik USU.

Penanaman pohon menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun hubungan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik dan profesional, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Sebagaimana sebuah pohon yang membutuhkan waktu, perawatan, dan konsistensi untuk tumbuh, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri juga membutuhkan komitmen jangka panjang agar memberikan manfaat yang lebih luas.

Mendukung Semangat Green Campus USU

Lebih dari sekadar kegiatan simbolis, penanaman pohon tersebut juga memiliki relevansi dengan upaya membangun Green Campus di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Penghijauan kampus merupakan salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman, dan memiliki kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.

Sebagai institusi pendidikan, kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun budaya dan perilaku yang peduli terhadap lingkungan. Penanaman pohon dapat menjadi bagian dari edukasi lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan sivitas akademika dalam menjaga kualitas lingkungan kampus.

Semangat tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan bidang teknik, termasuk Teknik Pertambangan. Pengelolaan sumber daya mineral pada masa kini tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dalam kegiatan eksplorasi dan operasi pertambangan, tetapi juga pemahaman mengenai pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, efisiensi sumber daya, reklamasi, dan keberlanjutan.

Karena itu, interaksi antara perguruan tinggi dan industri menjadi penting untuk memperluas perspektif mahasiswa mengenai bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam dunia profesional.

Menghubungkan Pendidikan, Industri, dan Lingkungan

Penanaman pohon dilakukan dalam rangkaian kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum “DPM Goes to Campus”. Kegiatan tersebut menghadirkan para profesional PT DPM untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai kegiatan pertambangan kepada mahasiswa Fakultas Teknik USU.

Lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai program studi, antara lain Teknik Pertambangan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia, mengikuti kegiatan tersebut.

Keterlibatan berbagai bidang keilmuan menunjukkan bahwa isu pertambangan dan keberlanjutan memiliki karakter multidisipliner. Pengelolaan kegiatan pertambangan membutuhkan kontribusi berbagai bidang teknik, mulai dari aspek perencanaan dan operasi, infrastruktur, energi, lingkungan, hingga keselamatan dan pengelolaan sumber daya.

Dalam konteks tersebut, kegiatan penanaman pohon menjadi pengingat bahwa pengembangan keilmuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Dari Simbol Menjadi Budaya Keberlanjutan

Kegiatan penanaman pohon juga membuka ruang untuk membangun kesadaran bahwa komitmen terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai pentingnya terletak pada bagaimana kepedulian tersebut dapat berkembang menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan akademik maupun profesional.

Bagi mahasiswa, pengalaman seperti ini dapat memperkuat pemahaman bahwa keberlanjutan merupakan bagian integral dari kompetensi seorang calon insinyur. Pengetahuan teknis perlu disertai kemampuan memahami dampak sosial dan lingkungan dari suatu kegiatan pembangunan.

Bagi perguruan tinggi dan industri, kegiatan ini juga dapat menjadi titik awal untuk memperluas bentuk kolaborasi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi, pengelolaan lingkungan, serta inovasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Semangat penanaman pohon dan pengembangan lingkungan kampus yang lebih hijau memiliki keterkaitan dengan beberapa United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13: Climate Action dan SDG 15: Life on Land. Dalam konteks pendidikan, kegiatan ini juga relevan dengan SDG 4: Quality Education, karena memberikan pengalaman pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan isu lingkungan nyata.

Sementara itu, kolaborasi antara FT USU dan PT DPM melalui kegiatan akademik dan lingkungan sejalan dengan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dengan demikian, pohon yang ditanam di lingkungan Fakultas Teknik USU bukan hanya menjadi bagian dari penghijauan kampus, tetapi juga menjadi simbol hubungan antara pendidikan, industri, lingkungan, dan keberlanjutan.

Pohon tersebut diharapkan dapat tumbuh bersama semangat kolaborasi yang dibangun antara FT USU dan PT DPM. Hubungan yang dimulai melalui kegiatan akademik dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.

Kegiatan penanaman pohon kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum “DPM Goes to Campus”, yang menjadi ruang dialog antara para profesional industri, akademisi, dan mahasiswa mengenai perkembangan serta masa depan sektor pertambangan di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.