Lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara mengikuti Capacity Building dan Leadership Camp bagi penerima Beasiswa Bank Indonesia pada 7–9 September 2026 di Hotel Niagara, Parapat. Peserta dari FT USU terdiri atas Patrick Immanuel Silalahi, Patricia Yosefine Ambarita, Helzini Dara Rifadlia, Mhd. Aditya Rizqy, dan Muhammad Rafli Arrayyan.

Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia tersebut menjadi ruang pembekalan bagi penerima beasiswa untuk memperluas wawasan kebanksentralan sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan. Pada hari pertama, peserta mengikuti seminar yang membahas edukasi QRIS serta materi Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

Pembekalan juga memperkenalkan tiga peran Generasi Baru Indonesia (GenBI), yakni Frontliner, Agent of Change, dan Future Leader. Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami kepemimpinan sebagai kemampuan memengaruhi, mengarahkan, dan menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, bukan sekadar kedudukan formal.

Rangkaian hari berikutnya diisi dengan outbound berupa fun games dan team building games. Aktivitas kelompok ini memberi ruang bagi peserta dari berbagai komisariat untuk melatih komunikasi, kerja sama, kekompakan, kepercayaan, serta penyelesaian tantangan secara bersama.

Kegiatan turut dirangkai dengan Serah Terima Jabatan GenBI 13 Sumatera Utara sebagai penanda dimulainya kepengurusan baru. Momentum ini mempertemukan pembelajaran kepemimpinan dengan tanggung jawab organisasi yang akan dijalankan para anggota GenBI.

Partisipasi mahasiswa FT USU mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran di luar kelas dan penguatan kecakapan kepemimpinan. Materi literasi kebanksentralan dan pembayaran digital juga berkaitan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sedangkan kolaborasi FT USU dengan Bank Indonesia mencerminkan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

FT USU mendorong mahasiswa memanfaatkan pengalaman ini untuk memperkuat tanggung jawab, kemampuan mengambil keputusan, dan kontribusi positif di lingkungan kampus maupun masyarakat. Dampak lanjutan kegiatan akan bergantung pada penerapan pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam aktivitas akademik, organisasi, dan pengabdian.