Medan, 13 September 2026 | Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Sumatera Utara (USU) memperoleh wawasan mengenai dunia profesional dan industri pertambangan melalui kegiatan berbagi pengalaman bersama Heryks R. Awom, S.T.,MBA, seorang Mining Professional ahli Geoteknik yang berkiprah pada salah satu perusahaan tambang terkemuka di Indonesia.
Sebelum memulai kegiatan, Kedatangan beliau disambut di ruang kerja Program Studi Teknik Pertambangan oleh Edi Yasa Ardiansyah.,S.T.,M.T, selaku Sekretaris Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik USU.
Kegiatan yang berlangsung pada hari selasa (8/9) di lingkungan Program Studi Teknik Pertambangan USU tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru Teknik Pertambangan USU untuk memperoleh perspektif langsung dari praktisi mengenai perjalanan pendidikan, proses memasuki dunia kerja, hingga dinamika profesi di industri pertambangan. Kehadiran Heryks R. Awom juga menjadi bagian dari aktivitas berbagi pengalaman selama dirinya berada di Kota Medan dalam masa cuti/liburan.
Dalam kegiatan tersebut, Heryks R. Awom membagikan pengalaman perjalanan kariernya, mulai dari masa sebagai mahasiswa, persiapan memasuki dunia kerja, pengalaman ketika pertama kali bergabung dengan perusahaan pertambangan, hingga berbagai aktivitas profesional yang dijalaninya sampai saat ini.
Menurut Heryks, pendidikan di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun fondasi kompetensi seorang calon profesional pertambangan. Namun, mahasiswa juga perlu mempersiapkan berbagai kompetensi pendukung yang dibutuhkan ketika memasuki lingkungan kerja.

“Saya ingin mahasiswa memahami bahwa perjalanan menjadi seorang profesional di industri pertambangan tidak terjadi secara instan. Apa yang kita pelajari di bangku kuliah adalah fondasi, tetapi pengalaman, disiplin, kemampuan bekerja sama, dan kemauan untuk terus belajar akan sangat menentukan perjalanan kita setelah masuk ke dunia kerja,” ujar Heryks R. Awom.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa perkuliahan tidak hanya untuk memperoleh capaian akademik, tetapi juga mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai aktivitas yang dapat menunjang kesiapan memasuki dunia profesional.
“Ketika masih menjadi mahasiswa, saya juga pernah berada pada posisi seperti adik-adik semua. Ada banyak hal yang belum kita pahami tentang dunia kerja. Karena itu, manfaatkan masa kuliah untuk belajar sebanyak mungkin, membangun relasi, mengikuti kegiatan akademik maupun non-akademik, dan mulai mengenali bidang yang ingin ditekuni setelah lulus,” tuturnya.
Lebih lanjut, Heryks menjelaskan bahwa pekerjaan di sektor pertambangan memiliki tantangan yang kompleks. Seorang profesional tidak hanya dituntut menguasai kompetensi teknis, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pengambilan keputusan, kepemimpinan, serta pemahaman terhadap keselamatan dan lingkungan.
“Dunia pertambangan memiliki tantangan yang sangat dinamis. Kita tidak hanya dituntut memahami aspek teknis, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, mengambil keputusan, menjaga keselamatan kerja, serta memahami aspek lingkungan dan keberlanjutan,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan Heryks. Sejumlah pertanyaan disampaikan mahasiswa terkait persiapan memasuki dunia kerja, kompetensi yang dibutuhkan perusahaan pertambangan, pengalaman bekerja di lapangan, serta peluang pengembangan karier bagi lulusan Teknik Pertambangan.

Kegiatan berbagi pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai keterkaitan antara kompetensi akademik yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Pengalaman praktisi juga menjadi pelengkap pembelajaran karena mahasiswa dapat memahami bagaimana ilmu pertambangan diterapkan dalam menghadapi berbagai persoalan nyata di lapangan.
Heryks berharap kegiatan berbagi pengalaman antara praktisi dan mahasiswa dapat memberikan motivasi kepada Mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja secara lebih baik.
“Saya senang bisa berbagi pengalaman dengan mahasiswa Teknik Pertambangan USU. Mudah-mudahan apa yang saya ceritakan dapat memberikan gambaran sekaligus motivasi bagi mereka untuk mempersiapkan diri. Setiap orang memiliki perjalanan karier yang berbeda, tetapi yang paling penting adalah terus belajar, bekerja dengan baik, dan tidak berhenti mengembangkan diri,” pungkas Heryks R. Awom.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Interaksi dengan praktisi diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa serta membantu mereka memahami ekspektasi dan tantangan yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan. Kedepan saat cuti berikut Heryks berencana akan memberikan waktu khusus untuk mahasiswa teknik pertambangan USU, untuk menyampaikan kuliah khusus sesuai dengan bidang yang saat ini dikuasai dan dijalani.
Bagi mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Sumatera Utara (USU), momen bertukar pikiran ini menjadi bekal berharga untuk menempa diri sebelum melangkah ke dunia profesional. Hadirnya Heryks R. Awom tidak sekadar membuka wawasan akademis, tetapi juga menghadirkan potret nyata tentang arti menjadi seorang penambang yang tangguh, berintegritas, dan adaptif di lapangan. Sinergi ini sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)—khususnya pada penguatan pendidikan berkualitas (SDG 4), penyiapan tenaga kerja yang layak (SDG 8), serta pembentukan kemitraan strategis (SDG 17). Melalui jembatan kolaborasi antara ruang kuliah dan industri ini, benih-benih talenta muda pertambangan mulai dipupuk agar siap membawa perubahan menuju tata kelola industri pertambangan Indonesia yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan.