MEDAN – 2 Civitas akademika FT USU Dr. Anthoni Veery Mardianta, S.T., M.T. ( PWK) dan Novrida Harpah Hasibuan, S.Si., M.T. (Teknik Lingkungan) melalui delegasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan "Pelatihan System Dynamics untuk Mendukung Implementasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di Provinsi Sumatera Utara". Pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan PT Hatfield Indonesia selaku konsultan pelaksana yang ditunjuk oleh Low Carbon Development Initiative (LCDI-2) Oxford Policy Management Limited (OPML) ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 26–29 Oktober 2026, bertempat di Cambridge Hotel Medan.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bapperida Provinsi Sumatera Utara, bersama perwakilan OPML ini melibatkan 33 peserta terpilih. Para peserta terdiri atas perencana dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Provinsi Sumatera Utara, perwakilan Bapperida dan Dinas Lingkungan Hidup dari kawasan metropolitan Medan-Binjai-Deli Serdang-Langkat, serta tim akademisi dari LPPM USU.

Penyelenggaraan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh urgensi integrasi kebijakan ekonomi hijau dan adaptasi perubahan iklim ke dalam dokumen perencanaan daerah—seperti RPJMD, Renstra, RKPD, hingga Rencana PRKBI Provinsi Sumatera Utara 2025–2045—guna mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) nasional menuju Indonesia Emas 2045. Berdasarkan data tahun 2020, total emisi GRK di Sumatera Utara mencapai sekitar 73,2 juta ton CO2 yang didominasi oleh sektor energi (65,8%), lahan gambut (16,8%), kehutanan dan penggunaan lahan lainnya/FOLU (8,6%), serta pertanian (4,1%). Di sisi lain, Sumatera Utara juga termasuk dalam sepuluh besar provinsi dengan potensi kerugian ekonomi tertinggi secara nasional akibat bahaya hidrometeorologi pada sektor air, pertanian, dan kawasan pesisir.

Untuk menjawab persoalan pembangunan yang kompleks, dinamis, dan lintas sektor tersebut, para peserta dibekali dengan kerangka berpikir sistem (systems thinking) yang bersifat sibernetik (berorientasi tujuan), holistik (memandang sistem secara utuh), dan efektif secara operasional. Selama empat hari pelatihan, peserta mempraktikkan tahapan pemodelan kuantitatif menggunakan perangkat lunak Powersim Studio dan Stella. Pemodelan ini kemudian diaplikasikan secara langsung dalam simulasi skenario kebijakan pengelolaan persampahan serta dinamika perubahan tutupan lahan dan emisi daerah.

Penguasaan metodologi system dynamics ini menjadi instrumen strategis bagi akademisi PWK USU dalam mendampingi pemerintah daerah merumuskan kebijakan penataan ruang dan pembangunan wilayah dengan kerangka berpikir yang sistematis, terukur, dan berbasis bukti ilmiah. Melalui tahapan validasi model, evaluasi skenario, uji sensitivitas, dan analisis risiko kebijakan, pendampingan akademik kepada pemerintah daerah dapat mengevaluasi dampak jangka panjang serta konsekuensi lintas sektor dari berbagai alternatif program sebelum kebijakan tersebut diimplementasikan.

Selain memperkuat kontribusi pada ranah advokasi kebijakan publik dan pengabdian kepada masyarakat, pengetahuan serta keterampilan pemodelan dinamis ini juga akan diadaptasi langsung ke dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus PWK USU . Integrasi metode systems thinking serta simulasi pemodelan tutupan lahan dan infrastruktur lingkungan ke dalam materi perkuliahan maupun studio perencanaan diharapkan mampu membekali mahasiswa PWK USU dengan daya analisis spasial-kebijakan yang komprehensif dalam merespons tantangan perubahan iklim masa depan.