Program Profesi Arsitek Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) mengangkat pandangan akademik tentang kearifan lokal untuk Arsitektur Tanggap Iklim. Materi ini disampaikan dalam konteks opini pakar dan edukasi publik mengenai hubungan arsitektur, budaya, peradaban, serta pembangunan berkelanjutan.
Perspektif tersebut menjelaskan bahwa peradaban tumbuh dari interaksi antara manusia, alam, dan lingkungan. Keragaman suku di Indonesia membentuk ciri khas arsitektur serta pengetahuan lokal yang berkembang sebagai cara masyarakat menanggapi kondisi lingkungannya.
Bangunan adat Batak diangkat sebagai salah satu contoh melalui pemanfaatan bambu, ijuk, dan kayu, serta penerapan pencahayaan dan penghawaan alami. Unsur-unsur tersebut dipandang sebagai praktik desain yang dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mengurangi ketergantungan pada material dan sistem bangunan yang lebih intensif energi.
Hal tersebut juga menyoroti pergeseran menuju arsitektur modern setelah Perang Dunia II yang mendorong keseragaman bentuk dan penggunaan material seperti kaca serta aluminium. Dalam perspektif yang disampaikan, pemilihan material dan desain tanpa pertimbangan iklim berpotensi meningkatkan panas di dalam bangunan dan mengurangi efektivitas sirkulasi udara alami.
Gagasan ini terutama mendukung SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui edukasi mengenai perancangan bangunan yang peka terhadap lingkungan dan identitas lokal. Keterkaitannya dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab tercermin pada perhatian terhadap pilihan material, sedangkan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim didukung oleh dorongan untuk menerapkan pendekatan arsitektur yang responsif terhadap pemanasan global.
Fakultas Teknik USU melalui Program Profesi Arsitek berkomitmen memperkuat pendidikan dan diskursus arsitektur yang menghubungkan pengetahuan lokal dengan tantangan kontemporer. Upaya ini diharapkan dapat mendorong calon arsitek dan masyarakat untuk melihat kearifan tradisional sebagai sumber pembelajaran bagi pengembangan lingkungan binaan yang berkelanjutan.
(Penulis : Dr. Ir. Ar. Achmad Delianur Nasution ST., MT., IAI., AA., IAP., GP.,)