Pembangunan nasional perlu dilakukan secara terintegrasi dengan menghubungkan sektor pangan, energi, industri, pendidikan, dan teknologi dalam satu ekosistem.

Indonesia memiliki potensi besar melalui kekayaan biomassa, kelapa sawit, panas bumi, dan sumber energi terbarukan lainnya.

Namun, tantangan utama terletak pada belum optimalnya pengelolaan sumber daya menjadi produk bernilai tambah. Kondisi ini dikenal sebagai resource-rich but system-poor, di mana sumber daya melimpah belum didukung sistem yang mampu mengolahnya secara maksimal.

Sebagai solusi, konsep Agro-Energy System ditawarkan untuk mengintegrasikan sektor pertanian dan energi. Melalui pemanfaatan biomassa secara berlapis (cascade utilization), hasil pertanian tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga energi terbarukan, pupuk organik, biochar, bahan bakar hijau, hingga kredit karbon.


Keberhasilan transformasi ini membutuhkan dukungan inovasi teknologi, kolaborasi lintas sektor, serta kebijakan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, Indonesia berpeluang memperkuat ketahanan pangan dan energi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan.

*Penulis:
Prof. Dr. Ir. Renita Manurung M.T.
Dekan Fakultas Teknik USU